Notification

×

Iklan

Iklan

Duka H. Mustapa di Pasar Pringgabaya: 1,5 Ton Beras Ludes Dilalap Api, Rugi Ratusan Juta dalam Sekejap

Selasa, 28 April 2026 | April 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-28T05:37:09Z

H. Mustapa Kurnaen, salah satu pedagang di Pasar Pringgabaya yang rugi ratusan juta

SELAPARANGNEWS.COM - Guratan kesedihan mendalam tampak di wajah H. Mustapa Kurnaen, salah satu pedagang sembako kawakan di Pasar Pringgabaya. Warga Dusun Belawong, Desa Pringgabaya ini harus menelan pil pahit setelah seluruh modal usaha yang baru saja ia belanjakan hangus tak tersisa akibat kebakaran hebat yang melanda pasar tersebut, Senin sore kemarin, (27/04/2026).

‎Haji Mustapa menuturkan, musibah ini datang di waktu yang sangat tidak terduga. Ironisnya, ia baru saja memasok stok dagangan dalam jumlah besar sehari sebelum kejadian.

‎"Baru saja barang datang kemarin. Ada sekitar satu ton setengah beras, belum lagi ketan dan kopi yang juga baru masuk. Semua ludes. Kerugian saya taksir lebih dari 100 juta rupiah," ungkapnya dengan suara parau saat ditemui di lokasi kebakaran. Selasa, (28/04/2026). 

‎Ia mengenang momen mencekam saat api mulai berkobar sekitar waktu Maghrib. Mendengar kabar pasar terbakar, Haji Mustapa langsung berlari dari kediamannya. Namun, sesampainya di lokasi, ia hanya bisa terpaku melihat api yang sudah membumbung tinggi melahap kios miliknya.

‎Haji Mustapa juga sempat menyoroti kendala proses pemadaman di awal kejadian. Menurut pengamatannya, jumlah armada pemadam kebakaran yang terbatas membuat api sulit dijinakkan dengan cepat.

‎"Waktu saya sampai, api sudah besar sekali. Pemadam memang datang, tapi di awal itu hanya satu mobil. Petugas harus bolak-balik mengambil air sementara api terus membesar, jadi barang-barang memang benar-benar tidak bisa diselamatkan," tuturnya.

‎Kini, di tengah puing-puing lapaknya yang berserakan, Haji Mustapa hanya bisa menggantungkan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Sebagai pedagang, ia mengaku perputaran modalnya sangat bergantung pada kelancaran dagang, yang tak jarang bersumber dari pinjaman modal.

‎"Harapan kami kepada pemerintah, tolong bantu kami supaya bisa berdagang kembali seperti semula. Namanya pedagang, pasti ada urusan modal atau hutang yang harus diputar agar usaha berkembang. Kami sangat berharap ada bantuan modal secepatnya, termasuk bantuan asuransi jika memungkinkan, karena jujur kami tidak memiliki asuransi mandiri," harapnya.

‎Bagi Haji Mustapa dan ratusan pedagang lainnya, Pasar Pringgabaya bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan tumpuan hidup yang kini hangus menjadi abu. Ia berharap pemerintah daerah bergerak cepat melakukan normalisasi agar para pedagang kecil seperti dirinya tidak terpuruk dalam lilitan ekonomi yang kian sulit. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update