![]() |
| Penandatanganan kesepakatan antara KPU Lombok Timur dengan lembaga pendidikan |
SELAPARANGNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur mulai tancap gas dalam memperkuat fondasi demokrasi di tingkat akar rumput. Tidak tanggung-tanggung, KPU resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat perguruan tinggi dan Kantor Kemenag Lombok Timur. Senin, (05/05/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran terhadap degradasi nilai demokrasi yang mulai tergerus oleh kepentingan pragmatis, seperti praktik politik uang (money politic) yang kerap menyasar pemilih muda.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Lombok Timur, Muhammad Sujai menjelaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi ini memiliki fokus yang unik. KPU akan terlibat dalam penyusunan mekanisme pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Presiden Mahasiswa, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).
"Kami ingin membantu kampus menyusun mekanisme pemilihan mahasiswa yang ideal sesuai amanat demokrasi, di mana terdapat unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang jelas. Ini adalah miniatur negara," ujarnya.
Dari 15 kampus yang diundang, empat perguruan tinggi menjadi pelopor dalam gerakan ini, yakni STMIK Syekh Zainuddin NW Anjani, UGR, ITKES Muhammadiyah Selong, dan IAIH Pancor. Bahkan, UGR dan STMIK Syekh Zainuddin telah selangkah lebih maju dengan membentuk semacam KPU Mahasiswa yang mandiri dan independen.
Selain dunia kampus, KPU juga menggandeng Kemenag Kabupaten Lombok Timur untuk menyisir pemilih pemula di sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta. Meski kerja sama dengan sekolah melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) masih dalam tahap penjajakan karena harus menyesuaikan dengan satuan pendidikan, KPU memastikan sosialisasi tetap berjalan bagi sekolah yang sudah merespons positif.
Muhammad Sujai menekankan bahwa fokus utama program ini bukan sekadar teknis mencoblos, melainkan menanamkan nilai-nilai demokrasi yang jujur dan benar. KPU ingin memutus rantai politik pragmatis yang saat ini dinilai kian mengkhawatirkan.
"Nilai demokrasi kita saat ini agak terkikis oleh kepentingan pragmatis seperti money politic. Inilah yang ingin kita cegah sejak dini melalui mahasiswa dan pemilih pemula agar degradasi demokrasi bisa dikurangi," tegasnya.
Melalui program ini, KPU Lombok Timur berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam memilih, tetapi juga menjadi pelopor demokrasi yang sehat di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan contoh nyata tentang bagaimana berdemokrasi dengan jujur dan menjunjung tinggi integritas. (SN)
