Notification

×

Iklan

Iklan

Desa Sugian Perkuat Benteng Pesisir, Proklim dan KKN UGM Luncurkan Program Adopsi Mangrove ‎

Senin, 27 Juli 2026 | Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T07:29:23Z

Penanaman mangrove melalui program Adopsi Mangrove

SELAPARANGNEWS.COM - Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia, Kelompok Program Kampung Iklim (Proklim) Kokok Pedek Timur bersama tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan program Adopsi Mangrove, sebuah inovasi konservasi yang mengedepankan keberlanjutan melalui pemeliharaan jangka panjang.

‎Kegiatan tersebut diawali dengan Conservation Talk Show yang mengangkat tema perubahan iklim, pelestarian ekosistem pesisir, serta pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami dari abrasi dan dampak krisis iklim. Diskusi menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi, akademisi, tokoh pecinta lingkungan, tokoh pemuda, hingga tokoh agama.

‎Dalam paparannya, perwakilan Dinas LHK Provinsi menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan pesisir yang berorientasi pada keberlanjutan. Sementara itu, akademisi menjelaskan bahwa hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon (carbon sink) yang sangat tinggi, sehingga menjadi salah satu ekosistem penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

‎Perspektif lain turut memperkaya diskusi. Tokoh agama dan pegiat lingkungan mengingatkan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Di sisi lain, tokoh pemuda mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif sebagai penggerak aksi konservasi di lapangan.

‎Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove melalui program Adopsi Mangrove. Berbeda dengan kegiatan penanaman pada umumnya, program ini memastikan setiap bibit yang ditanam mendapatkan perawatan secara berkelanjutan agar tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

‎Sebanyak 310 bibit disiapkan dalam aksi tersebut. Sebanyak 300 bibit mangrove merupakan dukungan dari PT PLN Nusantara Power UP Sambelia, sementara 10 bibit pohon lainnya berasal dari sumbangan penggiat lingkungan.

‎Melalui skema adopsi ini, para donatur tidak hanya berkontribusi pada proses penanaman, tetapi juga mendukung pemeliharaan bibit selama tiga tahun. Perawatan dilakukan secara berkala oleh tim pengelola lokal bersama mahasiswa KKN PPM UGM, disertai pendataan dan pelaporan perkembangan tanaman kepada para pengadopsi secara transparan.

‎Skema tersebut diharapkan mampu mengatasi tingginya angka kematian bibit yang kerap menjadi tantangan dalam berbagai program rehabilitasi kawasan pesisir, sekaligus memastikan manfaat ekologis yang lebih nyata bagi lingkungan.

‎Kolaborasi antara Proklim Kokok Pedek Timur, KKN PPM UGM, pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta ini menjadi bukti bahwa pelestarian ekosistem pesisir memerlukan sinergi berbagai pihak. Melalui program Adopsi Mangrove, Desa Sugian diharapkan semakin tangguh menghadapi ancaman abrasi dan perubahan iklim, sekaligus menciptakan manfaat ekologis dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. (SN) 

×
Berita Terbaru Update