Notification

×

Iklan

Iklan

Gandeng ICM Green Circular Community, KKN Kolaboratif UNISDA Lamongan dan Institut Elkatarie Edukasi Warga Sembalun Ubah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T08:35:38Z

Sosialisasi inovasi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan di Balai Desa Timba Gading, Kecamatan Sembalun oleh Gabungan Mahasiswa KKN UNISDA Lamongan dan Institut Elkatarie yang bekerja sama dengan ICM Green Sircular Community

SELAPARANGNEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan dan Institut Elkatarie bersama ICM Green Circular Community menggelar sosialisasi inovasi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan di Balai Desa Timba Gading, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

‎Kegiatan bertema "Pengolahan Sampah Organik Menjadi Biogas dan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar melalui Teknologi Pirolisis sebagai Solusi Energi Ramah Lingkungan" ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif sekaligus bernilai ekonomi.

‎Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai cara mengolah sampah organik menjadi biogas, serta mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) menggunakan teknologi pirolisis. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan sampah sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa.

‎Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Irfan Azim, S.Kom., M.M., akademisi sekaligus praktisi ekonomi sirkular, serta Lalu Guguh Putraji, praktisi di bidang pengelolaan sampah dan energi terbarukan. Kegiatan diikuti oleh perangkat desa, masyarakat Desa Timba Gading, mahasiswa KKN Kolaboratif, dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

‎Dalam pemaparannya, Dr. Irfan Azim menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari strategi pembangunan desa yang berkelanjutan melalui penerapan konsep ekonomi sirkular.

‎"Sampah bukan lagi beban, tetapi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas, sementara sampah plastik dapat dikonversi menjadi bahan bakar melalui teknologi pirolisis. Inovasi ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir sebagai motor penggerak inovasi yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan dan energi," ujarnya. 

‎Sementara itu, Lalu Guguh Putraji menjelaskan secara teknis proses pengolahan sampah menjadi energi. Ia memaparkan mekanisme pembuatan biogas melalui fermentasi anaerob pada limbah organik, serta memperkenalkan teknologi pirolisis, yakni proses pemanasan sampah plastik tanpa oksigen yang menghasilkan bahan bakar cair, gas, dan residu karbon yang masih dapat dimanfaatkan.

‎Menurutnya, teknologi tersebut menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam mengurangi timbunan sampah plastik yang selama ini sulit terurai sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

‎Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penerapan teknologi biogas dan pirolisis di tingkat desa, termasuk peluang pengembangannya menjadi usaha produktif berbasis lingkungan.

‎Melalui KKN Kolaboratif UNISDA Lamongan dan Institut Elkatarie bersama ICM Green Circular Community, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

‎Program ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya desa-desa mandiri energi, mengurangi pencemaran lingkungan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan sampah organik maupun sampah plastik. (SN) 

×
Berita Terbaru Update