![]() |
| Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mahasiswa Prodi Pariwisata Universitas Hamzanwadi Magang di Bali |
SELAPARANGNEWS.COM - Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Hamzanwadi terus memperkuat jejaring kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai bagian dari komitmen memberikan ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa.
Perluasan kemitraan tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di berbagai sektor industri pariwisata, mulai dari perhotelan, destinasi wisata hingga biro perjalanan.
Saat ini, jejaring mitra Prodi Pariwisata telah tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Utara, Gili Trawangan, Bali hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tidak hanya di tingkat nasional, pada 2026 jejaring kerja sama tersebut juga telah berkembang hingga ke tingkat internasional dengan hadirnya mitra magang di Jepang.
Koordinator Program Studi (Koorprodi) Pariwisata, Muhammad Ramli, M.Pd., CHE, mengatakan perluasan jejaring kemitraan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Prodi Pariwisata dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman belajar mahasiswa.
“Prodi Pariwisata terus berupaya meningkatkan layanan kepada mahasiswa dari tahun ke tahun, salah satunya dengan memperluas jejaring kemitraan. Jika pada tahun 2025 jejaring mitra masih berada sampai Bali, maka pada tahun 2026 ini telah berkembang hingga Yogyakarta dan bahkan sampai ke Jepang,” ungkap Ramli.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi momentum penting bagi Prodi Pariwisata. Program magang 2026 dinilai sebagai salah satu titik balik dalam peningkatan layanan pendidikan, khususnya dalam memberikan pengalaman kerja yang lebih luas kepada mahasiswa.
“Dengan perluasan ini, pelaksanaan magang Prodi Pariwisata tahun 2026 menjadi titik balik peningkatan pelayanan secara signifikan. Program magang tidak hanya menjangkau industri di tingkat daerah, tetapi sudah menembus skala nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Pada 2026, sebanyak 79 mahasiswa mengikuti program magang. Jumlah tersebut terdiri dari 60 mahasiswa dalam program magang nasional dan 19 mahasiswa dalam program magang internasional.
Para mahasiswa ditempatkan pada berbagai mitra DUDI sesuai dengan bidang dan kebutuhan industri.
Secara keseluruhan, terdapat 25 DUDI yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa magang. Mitra tersebut berasal dari sektor perhotelan, destinasi pariwisata dan biro perjalanan yang tersebar di Lombok, Bali, Yogyakarta hingga Jepang.
Di setiap lokasi, mahasiswa ditempatkan dalam kelompok yang terdiri dari sekitar dua hingga empat orang.
Program magang yang dilaksanakan selama satu semester tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperkaya khazanah keilmuan mahasiswa.
Interaksi langsung dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi, wawasan, keterampilan serta kesiapan menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Ramli berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti program magang dapat menjadi bekal penting dalam membangun profesionalisme sekaligus meningkatkan daya saing lulusan Prodi Pariwisata.
“Kami berharap pengalaman selama satu semester di dunia industri dapat melengkapi khazanah keilmuan dan wawasan mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya memahami pariwisata secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dan kesiapan untuk terjun ke dunia kerja di masa yang akan datang,” pungkasnya. (SN)
