![]() |
| Pembagian tabungan siswa di SDN 1 Batuyang (Sumber Foto: Akun Facebook Irma Azhari) |
SELAPARANGNEWS.COM - Polemik tabungan siswa di SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, yang sempat viral di media sosial akhirnya terselesaikan. Uang tabungan siswa dengan nilai total hampir Rp300 juta telah dikembalikan dan dibagikan kepada para penerima.
Pelunasan tabungan tersebut dilakukan pada Jumat (21/8/2026) di aula SDN 1 Batuyang. Pembagian ini bahkan terealisasi lebih cepat sekitar satu bulan dari waktu yang sebelumnya disepakati antara guru yang bersangkutan dengan para wali murid.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mengawal penyelesaian persoalan tersebut.
“Terima kasih kepada kepala sekolah, Kanit UPTD Dikbud, pihak Polsek, kadus, pengurus komite, para guru dan berbagai pihak yang telah ikut mengawal sehingga uang tabungan siswa di SDN 1 Batuyang bisa dibagikan lebih awal, maju satu bulan dari perjanjian yang sudah disepakati guru yang bersangkutan bersama wali murid,” ujarnya dikutip Lombokita. Senin, (24/8).
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi sekolah lain agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Ia meminta seluruh kepala sekolah di Lombok Timur untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas guru, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan tabungan siswa.
“Kita berharap kasus tabungan di SDN 1 Batuyang menjadi pelajaran bagi sekolah lain,” tegasnya.
Ia juga meminta setiap sekolah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait pengelolaan tabungan siswa. SOP tersebut dinilai penting agar aktivitas pengelolaan dana dapat lebih mudah diawasi dan dievaluasi oleh pimpinan sekolah.
Selain itu, pengawas sekolah dan UPTD Dikbud diminta melakukan langkah-langkah pencegahan secara dini untuk memastikan pengelolaan tabungan siswa berjalan sesuai ketentuan.
“Dalam rangka memastikan uang tabungan bisa dibagikan utuh tepat waktu, dan tentu sebagai bentuk pembelajaran, kita juga akan lakukan pembinaan agar ada efek jera serta pembelajaran bagi yang lain,” pungkas Wathoni.
Dengan telah dikembalikannya dan dibagikannya seluruh uang tabungan tersebut, persoalan yang sempat menjadi perhatian publik itu kini dinyatakan telah terselesaikan. Ke depan, pengawasan yang lebih ketat diharapkan dapat mencegah terulangnya persoalan serupa di lingkungan sekolah.
Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala SDN 1 Batuyang Sahnanul Hakim membenarkan hal itu. Tabungan tersebut, kata dia, sudah dibagikan kepada wali murid beberapa hari yang lalu. "Ya alhamdulillah sudah selesai, dua hari yang lalu sudah dibagikan semua," pungkasnya. (SN)
