![]() |
| Baju Batik yang diterima Siswa Kelas 1 dan Kepala SDN 2 Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur |
SELAPARANGNEWS.COM - Sejumlah wali murid SDN 2 Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, menyampaikan protes terkait kualitas baju batik yang diperoleh anak mereka dari pihak sekolah.
Baju batik tersebut diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan dibeli melalui sekolah dengan harga Rp90.000 per potong. Namun, sejumlah wali murid menilai kualitas baju yang diterima tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan.
Salah seorang wali murid yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, keluhan tersebut terutama berkaitan dengan kualitas bahan dan kerapian jahitan. Menurutnya, kainnya sangat tipis dan jahitan pada sejumlah bagian baju dinilai kurang rapi
“Kainnya tipis dan Jahitannya juga kurang rapi. Kami berharap kualitas baju yang diberikan kepada anak-anak bisa lebih ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah wali murid sebelumnya telah menyampaikan komplain melalui grup WhatsApp sekolah. Namun, keluhan tersebut tidak mendapatkan balasan atau tanggapan dari pihak sekolah.
Wali murid tersebut berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia juga mengusulkan agar pengadaan baju batik untuk siswa ke depan diberikan keleluasaan kepada orang tua untuk membeli sendiri, sehingga dapat memilih pakaian dengan kualitas yang dianggap sesuai.
“Kami berharap ke depan kualitasnya lebih diperhatikan. Kalau bisa, untuk baju batik seperti ini dibeli sendiri oleh wali murid supaya kualitasnya bisa lebih terjamin,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Teros, Najmi dikonfirmasi di sekolah, Sabtu (29/8), membenarkan adanya sejumlah wali murid yang menyampaikan komplain terkait kualitas baju batik tersebut.
Ia mengatakan, sejak awal pihak sekolah sebenarnya telah mengingatkan para guru agar berhati-hati dalam menangani persoalan pengadaan, termasuk pakaian siswa. Menurutnya, persoalan yang terlihat sepele sekalipun dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila tidak ditangani dengan baik.
“Dari awal saya sudah menyampaikan kepada para guru untuk berhati-hati mengenai masalah ini. Walaupun masalahnya sepele, kalau kita tidak hati-hati bisa menjadi persoalan besar dan berdampak terhadap nama baik sekolah,” katanya dikonfirmasi media di ruang kerjanya.
Terkait keluhan tersebut, Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari guru yang menangani pengadaan baju batik, yakni guru olahraga, pakaian yang telah dibagikan kepada siswa sudah ditarik kembali.
Baju-baju tersebut kemudian dikembalikan kepada pihak penjahit untuk ditukar dengan baju batik yang kualitasnya lebih baik dan dinilai sesuai dengan harga serta standar yang diharapkan.
“Informasi dari guru yang meng-handle pengadaan batik, yaitu guru olahraga, baju-baju tersebut sudah ditarik kembali dan dikembalikan ke tukang jahit untuk ditukar dengan yang lebih berkualitas, sesuai dengan harga dan standar,” jelasnya.
Najmi menyampaikan permohonan maaf kepada para wali murid maupun masyarakat sekitar atas adanya persoalan tersebut. Ia memastikan pihak sekolah akan menjadikan kejadian itu sebagai bahan evaluasi agar tidak kembali terulang.
“Atas nama SDN 2 Teros, kami mohon maaf kepada para wali murid dan juga warga sekitar. Ke depan kami akan lebih berhati-hati dan menjadikan hal ini sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali,” pungkasnya. (Yns)
