Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Lotim Tekankan Pelatihan Kerja Harus Sesuai Kebutuhan Pasar

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T09:28:10Z

Penutupan Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Penyerahan Bantuan Peralatan dari Dana DBH-CHT Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Bupati Lombok Timur

SELAPARANGNEWS.COM - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pentingnya pelatihan berbasis kompetensi sebagai langkah meningkatkan keterampilan dan kesiapan masyarakat menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.

‎

‎Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Penutupan Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Penyerahan Bantuan Peralatan dari Dana DBH-CHT Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Bupati Lombok Timur, Selasa (8/9).

‎

‎Menurut Bupati, ijazah pendidikan formal belum selalu menjamin seseorang memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi ruang penting untuk menempa peserta agar memiliki keahlian yang benar-benar dapat diterapkan.

‎

‎“Lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi belum tentu langsung memiliki keterampilan praktis. Melalui pelatihan inilah mereka ditempa dan dibekali keahlian yang nyata,” ujarnya.

‎

‎Bupati menekankan, ke depan jenis pelatihan yang diberikan tidak boleh hanya berorientasi pada program yang sama secara berulang. Pelatihan harus disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat, kondisi wilayah, latar belakang peserta, serta potensi sumber daya alam (SDA) yang tersedia di lingkungan masing-masing.

‎

‎Menurutnya, penyelenggara pelatihan harus jeli melihat peluang sehingga keterampilan yang diberikan benar-benar memiliki nilai ekonomi dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

‎

‎“Harus ada pemetaan terhadap kebutuhan masyarakat, disesuaikan dengan latar belakang peserta dan potensi sumber daya alam di daerahnya. Penyedia pelatihan harus jeli melihat peluang,” tegasnya.

‎

‎Selain menyesuaikan kebutuhan pasar, Bupati juga meminta agar keterampilan yang diberikan selaras dengan bakat dan minat peserta. Dengan demikian, bantuan peralatan yang diberikan setelah pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan usaha.

‎

‎Ia juga menilai pelatihan dengan bidang kekinian, seperti content creator, merupakan hal positif yang perlu terus dikembangkan karena membuka peluang baru bagi masyarakat di tengah perkembangan ekonomi digital.

‎

‎Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga selesai serta menerima bantuan peralatan.

‎

‎Ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan keterampilan dan membuka peluang usaha. Para peserta juga diminta tidak ragu kembali memperdalam ilmu apabila masih membutuhkan pemantapan materi.

‎

‎“Kalau masih membutuhkan pemantapan ilmu, jangan ragu untuk datang kembali. Terus perdalam keterampilan agar semakin percaya diri,” pesannya.

‎

‎Bupati juga berharap komunikasi dan koordinasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan, serta lembaga pelatihan dapat terus terjaga sehingga program peningkatan kompetensi tenaga kerja berjalan berkelanjutan.

‎

‎Sementara itu, perwakilan BPVP Lombok Timur, Haeruziyat, menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan anggaran APBN kepada sejumlah lembaga pelatihan sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai sekitar 31 ribu orang di Lombok Timur.

‎

‎Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengikuti pelatihan berdasarkan minat pribadi, tetapi memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang kewirausahaan.

‎

‎Pada Agustus 2026, pemerintah pusat memberikan Anggaran Belanja Tambahan. Dalam program tersebut, LLK Selong mendapatkan alokasi pelatihan untuk 720 peserta yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch atau gelombang.

‎

‎Selain memperoleh pembekalan dari para instruktur, peserta juga mendapatkan fasilitas berupa peralatan penunjang usaha yang diharapkan dapat digunakan setelah pelatihan selesai.

‎

‎Haeruziyat mengimbau seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi modal untuk membuka peluang karier maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

‎

‎Ia juga mengingatkan peserta agar memberikan ruang kepada calon peserta lainnya untuk mengikuti program pada gelombang berikutnya setelah mereka mendapatkan manfaat dari pelatihan.

‎

‎Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati tersebut dirangkaikan dengan penyematan kartu nama secara simbolis oleh Bupati Lombok Timur. Selanjutnya, Bupati bersama Wakil Bupati Lombok Timur menyerahkan bantuan peralatan dari dana DBH-CHT secara simbolis kepada perwakilan penerima.

‎

‎Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.

‎

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten, Staf Ahli, sejumlah pimpinan OPD, perwakilan BPVP, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), para instruktur, serta alumni pelatihan. (SN) 

‎

×
Berita Terbaru Update