Notification

×

Iklan

Iklan

Ikut Kontestasi Pilkades Danger, Hulyani: Menang atau Kalah Persatuan Warga Harus Tetap Terjaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T04:19:01Z

Hulyani menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pilkades Danger

SELAPARANGNEWS.COM - Bakal calon Kepala Desa Danger, Hulyani, S.KH., menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027. Menurutnya, kontestasi demokrasi di tingkat desa tidak seharusnya merusak hubungan silaturahmi antarwarga.

‎

‎Hulyani menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya terkait langkahnya mengikuti kontestasi Pilkades Desa Danger. Dengan mengusung tagline “Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH”, ia menawarkan konsep pembangunan desa yang menitikberatkan pada transparansi tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pemberdayaan masyarakat.

‎

‎Menurut Hulyani, Pilkades bukan semata-mata ajang kompetisi untuk memperebutkan jabatan kepala desa, melainkan juga momentum mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

‎

‎“Ini proses demokrasi yang menjadi ruang bagi kita, tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi dan mendekatkan diri, khususnya bagi kita yang ada di Desa Danger,” kata Hulyani.

‎

‎Ia mengakui setiap bakal calon kepala desa memiliki pandangan dan konsep masing-masing dalam membangun desa. Karena itu, bersama para pendukungnya yang tergabung dalam Sahabat TANGGUH, Hulyani ingin membawa semangat kebersamaan untuk mendorong pembangunan Desa Danger ke arah yang lebih baik.

‎

‎Dalam konsep pembangunan yang ditawarkan, terdapat tiga hal utama yang menjadi perhatian, yakni transparansi pemerintahan desa, peningkatan kualitas SDM, dan pemberdayaan masyarakat.

‎

‎Pada aspek tata kelola pemerintahan, Hulyani menilai keterbukaan menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

‎

‎Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa agar mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

‎

‎Selain itu, semangat gotong royong dinilai menjadi modal penting dalam pembangunan. Menurutnya, kemajuan desa tidak bisa hanya mengandalkan satu orang atau kelompok tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

‎

‎“Pemberdayaan harus berdampak terhadap kemandirian desa. Semua sektor yang ada di Desa Danger perlu dikembangkan dengan semangat kebersamaan dan sinergitas. Semua elemen harus terlibat, karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

‎

‎Dorong Kolaborasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

‎

‎Hulyani mengatakan, semangat TANGGUH juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk tetap bersatu menghadapi berbagai tantangan pembangunan desa, terutama di tengah keterbatasan anggaran.

‎

‎Menurutnya, pembangunan membutuhkan strategi, kerja sama, serta komunikasi yang baik dengan berbagai pihak agar program yang direncanakan dapat berjalan optimal.

‎

‎Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah, anggota DPRD, dan seluruh elemen masyarakat menjadi salah satu hal penting untuk mendukung pembangunan Desa Danger ke depan.

‎

‎“Kita harus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, teman-teman anggota dewan, serta seluruh elemen masyarakat. Komunikasi yang baik dan sinergitas harus dibangun agar kita bisa bersama-sama membangun desa di tengah kondisi anggaran yang ada,” jelasnya.

‎

‎Ia berharap masyarakat tetap mengambil bagian dalam proses pembangunan tanpa menjadikan perbedaan pilihan dalam Pilkades sebagai alasan untuk terpecah belah.

‎

‎Baginya, persatuan dan semangat gotong royong merupakan bagian penting dalam menghadapi tantangan pembangunan, termasuk dampak kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemangkasan anggaran.

‎

‎Siap Menang dan Kalah

‎

‎Terkait persaingan dalam Pilkades serentak 2027, Hulyani menyatakan siap menerima apa pun hasil dari proses demokrasi tersebut.

‎

‎Ia menegaskan bahwa setiap calon perlu menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, baik ketika memperoleh kemenangan maupun saat harus menerima kekalahan.

‎

‎“Siapa pun dia, menang harus siap, kalah pun harus siap, karena dalam sebuah proses tidak mungkin semua akan menang. Kami bersama Sahabat TANGGUH siap menerima apa pun hasil dari proses yang ada,” tegasnya.

‎

‎Hulyani berharap Pilkades Desa Danger dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan sekaligus menentukan arah pembangunan desa ke depan.

‎

‎Melalui semangat “Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH”, ia ingin mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, pelayanan publik yang lebih baik, serta pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan desa yang lebih mandiri. (SN) 

×
Berita Terbaru Update