![]() |
| Bupati Lotim H. Haerul Warisin |
SELAPARANGNEWS.COM – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Sikur, Kecamatan Sikur, dalam menyelenggarakan Liga Gubuk Gempeng (LGG) yang kini memasuki edisi ke-19. Ia berharap kegiatan tersebut terus berlanjut dan semakin sukses pada masa mendatang.
Apresiasi itu disampaikan Bupati saat menutup Liga Gubuk Gempeng ke-19, Selasa (27/10). Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertandingan sepak bola, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi masyarakat, menghadirkan hiburan, sekaligus mendorong pengembangan olahraga di tingkat desa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan tersebut, Haerul Warisin berjanji akan memberikan dukungan material untuk pelaksanaan Liga Gubuk Gempeng pada masa mendatang.
Ia juga mengingatkan seluruh tim dan pendukung agar menjaga keamanan serta ketertiban, terutama saat merayakan kemenangan. Bupati meminta kerja sama tim peserta dan aparat keamanan agar selebrasi berlangsung kondusif tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan dan ke depan bisa lebih sukses lagi,” demikian harapan Bupati terhadap keberlanjutan Liga Gubuk Gempeng di Desa Sikur.
Sementara itu, partai final LGG ke-19 mempertemukan Jilas FC melawan Permata FC. Pertandingan berlangsung ketat sejak babak pertama, yang berakhir tanpa gol dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, Jilas FC berhasil memecah kebuntuan melalui sebuah gol. Keunggulan 0-1 tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit Rian Kurniawan.
Hasil tersebut memastikan Jilas FC keluar sebagai juara pertama Liga Gubuk Gempeng ke-19, sedangkan Permata FC harus puas menempati posisi juara kedua.
Penutupan kompetisi tersebut turut dihadiri Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lombok Timur beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sikur.
Melalui penyelenggaraan Liga Gubuk Gempeng, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan sekaligus mengembangkan potensi olahraga sepak bola di tingkat desa. (SN)
