Notification

×

Iklan

Iklan

Akademisi dan Praktisi Ekonomi Syariah Tanggapi Program “Mawar Emas”

Saturday, June 27, 2020 | June 27, 2020 WIB Last Updated 2021-04-29T18:46:26Z
Foto: Ilustrasi (sumber google images)

Lombok Timur, Selaparangnews.com – Beberapa hari yang lalu Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah menyambut baik program melawan rentenir berbasis masjid yang disebut dengan Program ’’Mawar Emas” dimana Program ini digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Banyak pihak yang cukup antusias dan  menyambut baik Program ini, walaupun secara teknis belum terlaksana dilapangan.

Sebagaimana yang diungkapkan  Salah seorang  akademisi yang cukup aktif di dunia lembaga keuangan syariah yakni Heri Hadi Saputra.

Ia menilai jika program “Mawar Emas” ini cukup baik dan efektif kedepannya. Karena selama ini yang Ia lihat peran masjid dalam mendorong produktifitas ekonomi belum Nampak, sebab masjid tidak hanya tempat ibadah semata, melainkan tempat membangun umat baik melalui ilmu pengetahuan dan peningkatan kesejahteraannya secara ekonomi.

“saya rasa ini langkah yang baik, dimana keberadaan masjid harus dikembangkan, yang mulanya tempat ibadah bisa ditingkatkan menjadi sentral kesejahteraan umat, dalam melawan rentenir’’ tuturnya saat ditemui. Sabtu, (27/06/2020)

Lanjutnya, Program “Mawar Emas” untuk saat ini tidak dapat di nilai karena belum terealisasi, akan tetapi jika dilihat dari sudut pandang tujuan terbentuknya program tersebut, karena basisnya adalah untuk membantu masyarakat dari jeratan rentenir dan memberikan solusi ditengah-tengah masyarakat agar dengan hadirnya program tersebut bisa menjadikan masyarakat lebih mudah dalam mengakses pelayanan produk keuangan, khususnya dalam hal peminjaman.

“Kita tidak fair jika mengevaluasi program ini sekarang, karena saat ini juga kan belum ada realisasi seperti apa dan mekanismenya bagaimana tapi satu hal yang perlu diketahui, selama program itu bertujuan baik kenapa tidak dicoba saja”, sambungnya.

Namun Ia juga menekankan agar program “Mawar Emas” itu direncanakan dengan baik dan matang serta diawasi oleh para ahli, minimal program ini tidak jangka pendek lalu kemudian hilang begitu saja.

“Untuk mengoptimalkan itu semua, kita harus mengawal prosesnya dengan serius, mulai dari tahap perencanaannya, kemudian mengidentifikasi siapa orang-orang yang akan terlibat, apa kompetensi yang dibutuhkan, konsenya dimana dan sasarannya siapa, kan itu semua harus jelas” tutupnya.

Terpisah , Muhsin salah satu karyawan Baitut Tamkin Lumbung Bersaing (BTLB) Kecamatan Aikmel saat dikonfirmasi media ini menyatakan jika program “Mawar Emas” belum diketahui.

“Saat ini kami belum mendapatkan informasi yang detail mengenai program tersebut, beberapa hari kemarin memang kami sekilas sudah mendapatkan mengenai kutipan dari program tersebut akan tetapi lebih jauh lagi seperti apa konsepnya dan bagaimana mekanismenya juga kita belum tahu seperti apa”, jelas Muhsin. (SN-06)
×
Berita Terbaru Update