Notification

×

Iklan

Iklan

Sungai Tanggek dan Tragedi 1994

Friday, August 28, 2020 | August 28, 2020 WIB Last Updated 2021-04-13T09:34:00Z

Foto: salah satu spot di sungai Tanggek (kiri), terlihat papan tempat orang bertapa pada musim tertentu (kanan)

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, dikenal dengan kesuburan tanah dan keberlimpahan airnya, terbukti dengan air yang mengalir di sepanjang sungai Tanggek.

Selain berlimpah air, sungai Tanggek juga menyimpan beribu keindahan dan misteri yang mempunyai sejarah tersendiri.

Anshori, ketua Pokdarwis Desa Toya mengatakan bahwa, asal muasal nama sungai Tanggek dikarenakan bentuknya yang unik seperti Tanggek (Tanduk), yang terbentuk dari pertemuan air di sungai tersebut.

"Pertemuan air ini menyerupai Tanggek, kalau dalam bahasa Indonesianya itu tanduk" terang Anshori saat dikunjungi kerumahnya, pada Jumat, 27/08/20.

Untuk melihat keindahan panorama yang ada di sepanjang sungai Tanggek, bisa melalui jalan setapak yang ada di seberang jalan depan Kantor Desa Toya.

Selain indah dan bentuknya yang bagus, sungai ini juga menyimpan kisah mistis, seperti halnya pada salah satu pertemuan sungai, pada musim tertentu banyak pertapa yang datang untuk meditasi dan menguak hal gaib.

"Di atas papan itu biasanya pertapa duduk dengan khidmat" terang Anshori sambil menunjuk papan kayu yang tergeletak di bawah sebuah cekungan yang persis menyerupai goa.

Tidak hanya itu, sungai ini juga punya sejarah yang mengerikan disebut tragedi 1994 yang memakan banyak korban karena luapan airnya.

"Pada waktu itu, di hulu terjadi hujan besar yang menyebabkan banjir lumpur panas. Dan waktu itu juga, banyak warga yang tengah beraktivitas di sepanjang sungai, makanya memakan banyak korban" tuturnya.

Ia Kembali menjelaskan jika Tragedi 1994 tersebut tidak hanya menghanyutkan orang akibat derasnya air saat itu, ada juga korban yang meninggal karena panasnya air sungai  yang bercampur dengan lumpur dan pasir yang berasal dari Kawah Muncar Gunung Rinjani.

"Banyak sekali korban yang ditemukan dalam keadaan anggota tubuhnya seperti sudah terbakar, bahkan tidak sedikit yang sebagian organ tubuhnya hilang" terangnya.

Untuk saat ini, Anshori beserta rekan-rekan Pokdarwisnya berencana akan membuka wisata di kawasan sungai Tanggek.

"Untuk sementara ini, kami masih dalam rencana membuat wisata sungai " tutupnya. (SN-05).

×
Berita Terbaru Update