Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bikin Video Tik-Tok Nyeleneh, 5 Siswi SMPN 1 Suela Dikeluarkan Dari Sekolah

Selasa, 22 Desember 2020 | Desember 22, 2020 WIB Last Updated 2021-04-01T14:39:32Z

Foto: Potongan Video Tik-Tok Siswi SMPN 1 Suela sedang menginjak-injak raportnya.

Lombok timur, Selaparangnews.com Lima Siswi SMPN 1 Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur dikeluarkan dari Sekolah lantaran membuat video Tik-Tok nyeleneh yang menginjak-nginjak raport miliknya.

Diungkapkan oleh Riadi Ahyar, S. Pd, salah satu pengajar di SMPN 1 Suela bahwa Lima anak yang dikeluarkan itu sempat viral di Media Sosial. Menurutnya, video yang berdurasi 14 detik dan diposting tanggal 19 Desember lalu itu merupakan prilaku yang tidak wajar.

Karena itulah, lanjutnya, terhadap video nyeleneh tersebut, pihak sekolah sudah melakukan rapat kilat besama wali murid. Dan hasil rapat itu memutuskan Lima anak tersebut dikeluarkan dari SMPN 1 Suela.

"Sebelum kami memanggil wali murid, kami sudah melakukan rapat dengan Wali kelas bahwa  mencemarkan nama baik sekolah itu poinya 90 dan sanksinya ialah dipindahkan sekolah,” jelasnya, saat dikonfirmasi di Ruang Guru. Selasa, 22/12/2020.

Dia mengakui bahwa pihak sekolah sendiri memang belum pernah mensosialisasikan tata tertib sekolah secara langsung, melainkan hanya memberikan penekanan melalui media sosial, seperti WhatsApp.

"kita hanya tekankan lewat media sosial melalui grup whatsapp agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial," katanya.

Ahyar menegaskan bahwa kendatipun Lima Siswi yang membuat video nyeleneh itu itu dikeluarkan dari SMPN 1 Suela, namun pihak Sekolah masih memberikan kesempatan untuk mencari sekolah baru sampai tanggal 4 januari mendatang, dan jika tidak mendapatkan sekolah baru, maka akan ada rapat selajutnya.

"Diusahakan dulu untuk mencari sekolah dan kalau belum mendapatkan sekolah baru maka kita akan rapatkan kembali," tuturnya.

Sementara itu, salah satu wali murid yang anaknya ikut dikeluarkan bernama Inaq Win merasa kecewa dengan keputusan sekolah tersebut. "Ya tentu saya sebagai wali murid merasa kecewa dengan kebijakan sekolah itu," ungkapnya.

Dia juga menceritakan bahwa kondisi psikologis anaknya saat ini sangat terpukul dengan hal  itu. katanya, anaknya selalu murung di dalam kamar.

"Sejak kemarin dia menangis dan selalu mengurung diri di dalam kamar," Tutupnya. (izi)

×
Berita Terbaru Update