Notification

×

Iklan

Iklan

Selisih Harga Menu MBG SPPG Arisalah Tebaban Disorot, Kepala Dapur Beri Penjelasan

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T05:52:51Z

Menu MBG Porsi Besar untuk Siswa SMA dan Tahir Nasri, Kepala SPPG Arisalah Tebaban 

SELAPARANGNEWS.COM - ‎Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Arisalah Tebaban, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur kembali menuai sorotan. Harga menu yang disajikan kepada penerima manfaat diduga tidak sesuai dengan jumlah anggaran yang diberikan pemerintah. 

Sumber yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa, ‎Menu yang dimaksud tersebut merupakan menu porsi besar yang diperuntukkan bagi siswa SMA, di mana menu tersebut terdiri dari susu UHT kotak merk Ultra Milk, Roti, dan tiga buah rambutan. Menu tersebut, katanya, diberikan pada Jum'at, 30 Januari 2026 lalu oleh SPPG yang bersangkutan. 

Sumber media ini juga menyebutkan bahwa total harga untuk tiga item tersebut diperkirakan berada pada kisaran Rp. 6.500 hingga Rp. 7. 000, dengan rincian susu UHT berkisar pada harga Rp. 2 500, Roti Rp. 2000 dan rambutan sebanyak tiga biji seharga Rp. 2000,sehingga anggaran yang diberikan pemerintah untuk porsi besar senilai Rp. 10. 000 diduga memiliki selisih sekitar Rp. 3. 500.

Ia memperkirakan bahwa jika dapur tersebut melayani 3000 penerima manfaat, maka ada sekitar Rp. 9 juta yang didapat hanya dari selisih harga tersebut. 

Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Arisalah Tebaban, Tahir Nasri mengakui bahwa menu tersebut memang berasal dari dapurnya. Sebenarnya, kata dia, Menu itu merupakan jatah untuk hari Sabtu, tapi biasanya diberikan hari Jum'at atau dirapel dengan makanan di hari tersebut. 

Hal itu, kata dia, dilakukan supaya para relawan di dapur Arisalah Tebaban bisa sedikit bersantai atau melakukan pekerjaan lain di hari Sabtunya itu sebelum libur di akhir pekan. 

Pembagian seperti itu, kata dia, banyak dilakukan oleh dapur-dapur lainnya di Kecamatan Suralaga, sehingga menurutnya hal itu juga bagus diterapkan mengingat padatnya pekerjaan yang dilakukan para relawan di dapur. 

Namun Tahir Nasri dengan tegas membantah perkiraan harga dari sumber di atas. Katanya, Susu UHT merk Ultra Milk ukuran 125 ML itu dibeli dengan harga Rp. 3000. "Sekarang saja susu ini sudah naik harganya, saya lihat di marketplace," ujarnya saat dikonfirmasi di SPPG Arisalah Tebaban pada Senin kemarin, (02/02/2026).

Sementara untuk roti, katanya dibeli di Toko Sinar Bahagia Pancor seharga Rp. 4000. Ia menegaskan bahwa itu merupakan Roti Bolu Keju dengan ukuran yang lumayan besar sehingga harganya Rp. 4000, sementara untuk tiga buah rambutan dihargai senilai Rp. 3000 atau Rp. 1000 per biji.

"Kemarin kami coba menggunakan roti biasa yang ukurannya kecil, tapi itu juga dikomentarin," imbuhnya. 

Untuk rambutan, lanjut Tahir, 
Pihaknya membeli dengan harga Rp. 25.000 per kilo. Itupun yang dibeli rambutan tanpa tangkai. "Kami beli yang sudah tanpa tangkai, kami pilih yang bagus-bagus," tegasnya. 

Tahir menjelaskan, sebelum menerima barang, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, termasuk melihat jumlah kandungan gizi dalam makanan tersebut. Dan menurutnya, menu yang diberikan itu sudah sesuai dengan takaran gizi yang dibutuhkan penerima manfaat serta sesuai juga dengan standar harga yang ada di SPPG.

Sebelumnya, Dapur Arisalah Tebaban ini juga sempat disorot publik karena lauk MBG yang diberikan diduga mengeluarkan bau tak sedap. Terhadap hal itu, Tahir Nasri mengatakan bahwa yang dikatakan bau tidak sedap oleh penerima manfaat itu berasal dari sambal matah di menu tersebut. 

Waktu itu, kata dia, Sambal marahnya dibuat dari campuran cabe, bawang merah, bawang putih dan juga sreh yang digoreng sebentar untuk mengeluarkan aromanya. Ia menduga karena adanya sejumlah campuran bahan-bahan itulah yang membuat sambal tersebut mengeluarkan aroma yang tidak biasa bagi penerima manfaat. 

Namun demikian, Ia mengatakan bahwa dari kasus tersebut akan jadi pelajaran berharga bagi Dapur Arisalah untuk tidak lagi membuat makanan yang tidak sesuai dengan selera masyarakat setempat. 

"Makanya setelah kejadian itu, kita akan sesuaikan saja dengan citarasa masayarakat," pungkasnya. (Yns) 
×
Berita Terbaru Update