Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

SMKN 1 Selong Terapkan Tiga Bentuk Pembelajaran di Tengah Pandemi

Jumat, 29 Januari 2021 | Januari 29, 2021 WIB Last Updated 2021-04-01T18:35:35Z

Foto: Halaman Sekolah SMKN 1 Selong

Lombok Timur, Selaparangnews.com – Wabah Pandemi Covid-19 belum juga surut di tanah air. Tak terkecuali juga di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

Banyak sektor yang terdampak dari wabah mematikan itu, terutama sektor pendidikan. Sebab itulah, bersama-sama dengan warga sekolah, pemerintah yang mengurus bidang pendidikan terus memutar otak mencari model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik.

Seperti yang dilakukan oleh pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Selong, Kabupaten Lombok Timur yang menerapkan tiga model pembelajaran di tengah Pandemi covid-19 ini. 

Sebagai  SMKN dengan siswa terbanyak di Lotim,  di mana siswanya berasal dari berbagai kecamatan, bahkan ada juga yang berasal dari luar Lombok Timur, maka  tentu pihak sekolah harus menemukan pola ideal dalam melaksanakan proses pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah ini.

Humas SMKN 1 Selong, Iwan Yanuar, S.Pd. menjelaskan, tiga model pembelajaran yang diterapkan itu di antaranya adalah pembelajaran secara daring (Dalam Jaringan), Luring (Luar Jaring) dan gabungan dari keduanya (Learning Blanded) yakni menggabungkan antara belajar secara online dan belajar secara offline.

Metode pembelajaran secara daring, lanjutnya, dierapkan bagi anak-anak Kelas X dan XI, terutama untuk mata pelajaran Adaptif dan Normatifnya. Sementara untuk pembelajaran produktif atau praktiknya, bagi kelas X dan XII dilakukan secara Luring atau tatap muka di Laboratorium dan Bengkel.

“Sebelumnya pihak sekolah juga sudah membuat surat ijin pembelajaran tatap muka yang disampaikan kepada orang tua anak didik,” ujarnya. Jum’at, 29/01/2021.

Iwan menjelaskan, untuk pembelajaran daring, SMKN 1 Selong menggunakan platform Google Classroom dan WhatsApp. Dan untuk peserta didik yang tidak bisa mengaksesnya, seperti kurang signal atau tidak memiliki fasilitas maka sekolah memberikan solusi.

“Gurunya akan memberinya tugas yang nantinya dikumpulkan oleh siswa yang bersangkutan kepada guru mata pelajarannya di sekolah,” terangnya.

Sedangkan untuk pembelajaran secara tatap muka atau luring, papar Iwan, dikhususkan  bagi siswa kelas XII dan XIII, dengan membuat jadwal secara bergantian. 

“Teknis pembelajaran luring itu kita lakukan dengan cara  membaginya ke dalam dua sesi atau dua kelompok atau dua grup begitu,” jelasnya sembari merincikan bahwa satu kelompok itu terdiri dari Siswa yang ada di nomor urut 1 di absen. 

Sementara sesi atau kelompok dua, kata dia, diisi oleh siswa yang berada di bagian tengah pada absennya. “Siswa yang tergabung di kelompok satu jadwal masuknya itu ialah hari Senin, Rabu dan Jum’at, sementara sesi dua itu masuk pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu,” sebutnya satu persatu.

Adapun materi pembelajaran yang diberikan, lanjut Iwan, ialah pelajaran yang menyangkut semua kompetensi, di mana kurikulum yang diberikan juga harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.

“Khusus untuk kelas XIII untuk kompetensi KGSP melaksanakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan sistem pergantian,” ujarnya.

Iwan menambahkan, semua proses pembelajaran secara luring yang dilakukan oleh SMKN 1 Selong selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona. 

Semua siswa, bahkan siapapun yang datang ke sekolah, tegasnya, diwajibkan menggunakan Masker, suhu tubuhnya diperiksa oleh satpam di pintu masuk sekolah, lalu diarahkan untuk mencuci tangan di wastafel yang sudah disediakan.

“Hampir setiap hari kita semua di sini, baik guru maupun pegawai lainnya, mengingatkan anak-anak untuk mengenakan masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak aman selama mengikuti pembelajaran tatap muka,” paparnya seraya berharap bencana non alam ini cepat berlalu, supaya kegiatan belajar-mengajar serta praktik bisa dilakukan secara efektif, efisien, bermakna serta berguna bagi semua siswa. (yns/Izi)

×
Berita Terbaru Update