Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

BMKG Sebut Siklon Tropis Seroja Kian Menjauh

Selasa, 06 April 2021 | April 06, 2021 WIB Last Updated 2021-04-06T15:04:23Z


 

Jakarta, Selaparangnews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca setelah tanggal 7 April besok akan semakin membaik seiring dengan menjauhnya Siklon Tropis Seroja yang terdeteksi di perairan sekitar Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui siaran pers setelah mengikuti Rapat Terbatas virtual pada Selasa, 06 April 2021 tentang Penanganan Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 


“Kita lihat prakiraan cuaca untuk tujuh hari ke depan diprediksi setelah tanggal 7 yaitu tanggal 8-9 April itu kondisinya sudah semakin membaik karena siklonnya semakin jauh,” ujarnya.  


Namun sebelum tanggal tersebut, lanjutnya, hujan dengan intensitas lebat disertai kilat petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi. Dan meskipun situasi cuaca diprediksi akan semakin membaik, Dwikorita mengingatkan bahwa gelombang di lautan masih berpotensi tetap masih tinggi. 


“Jadi harus diwaspadai juga di lautan, meskipun daratannya nanti sudah semakin tenang tapi lautannya gelombangnya masih semakin tinggi,” ujarnya. 


Dwikorita memaparkan, sejak tanggal 02 April 2021, Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) telah mendeteksi adanya potensi Siklon Tropis 99S atau Siklon Tropis Seroja. 


Informasi tersebut, lanjutnya, diteruskan kepada sejumlah pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem dampak dari bibit siklon tersebut. 


“Siklon Tropis Seroja ini yang telah terdeteksi sejak tanggal 2 April segera disebarluaskan ke berbagai pihak, termasuk juga ke pemerintah daerah di calon lokasi terdampak, oleh BMKG, stasiun-stasiun BMKG, di wilayah terdampak,” ujarnya.


Keberadaan bibit Siklon Tropis Seroja itu, kata dia, menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem yang signifikan, berupa hujan sangat lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, dan berdampak pada terjadinya bencana Hidrometeorologi di beberapa wilayah di NTT. 


Dalam penyebarluasan informasi terkait perkembangan cuaca dan iklim serta potensi bencana, papar Dwikorita, pihaknya telah menerjunkan tujuh stasiun BMKG. 


“Ada tujuh stasiun BMKG yang saat ini sedang kami terjunkan pula untuk ke tempat-tempat pengungsi, guna, satu, menyampaikan apa yang terjadi untuk menenangkan warga dan juga untuk membuat WAG (Whatsapp Group) pengungsi agar perkembangan cuaca dan peringatan dini dapat segera tersebar melalui WA group pengungsi tersebut,” pungkasnya. (SN)

×
Berita Terbaru Update