Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ikut Jaga Demo Hardiknas dan Hari Buruh di Lotim, Sejumlah Tuan Guru Diceramahi Aktivis

Senin, 03 Mei 2021 | Mei 03, 2021 WIB Last Updated 2021-05-03T12:15:44Z

Foto: Sejumlah Tuan Guru Nampak ikut berbaris di belakang barisan Polisi yang sedang melakukan pengamanan demonstrasi di depan kantor Bupati Lombok Timur

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Puluhan Massa Aksi yang tergabung dari sejumlah unsur aktivis mahasiswa dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lombok Timur menggelar demonstrasi di depan kantor Bupati Lombok Timur, pada Senin, 03 Mei 2021.


Banyak isu yang mereka sampaikan jadi tuntutan, beberapa di antaranya adalah soal PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang dinilai luput dari perhatian pemerintah daerah. Isu lain yang disampaikan orator ialah soal kesejahteraan Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Kesejahteraan  Tenaga Honorer Daerah yang katanya belum menerima gaji selama empat bulan terakhir ini.


Uniknya, aksi tersebut tidak hanya dijaga dari unsur Kepolisian dan Satpol PP tetapi juga Para Tokoh Agama atau Tuan Guru yang ada di Kabupaten Lombok Timur.


Terhadap hal itu, salah satu orator aksi yakni Eko Rahady sempat menjelaskan kepada para tokoh agama tersebut, maksud dari aksi demonstrasi yang mereka lakukan itu ialah untuk menyampaikan aspirasi rakyat, terutama para buruh  dan orang-orang yang dianggap diabaikan oleh Pemerintah Daerah.


Menurut Eko, tuan guru seharusnya memberikan tausiah kepada masyarakat, bukan sebaliknya, diminta menjadi pagar betis bagi mahasiswa yang melakukan aksi di jalanan.


"Kami warga lombok timur sangat menghargai tuan guru kami, kami tidak setuju jika tuan guru dijadikan pengawal bagi aksi,"katanya. Senin, 03/05/2021.


Tuan guru yang ada di lombok timur ini, kata Eko, memiliki tugas untuk memberikan tausiah kepada para santri, bukan malah dijadikan tameng untuk menjaga aksi yang sudah ditugaskan kepada aparat penegak hukum.


"Di negara ini kita miliki Polisi, TNI dan penegak Perda yaitu Satpol PP, bukan malah diberikan ke tuan guru,"katanya.


Senada dengan Eko Rahady, orator lain bernama Hendrawan Saputra juga melontarkan statemen yang sama. Menurutnya, aksi Tuan Guru menjaga mahasiswa saat melalukan aksi demonstrasi sama halnya dengan menghina Tuan Guru itu sendiri. Karena baginya, tindakan semacam itu benar-benar menghilangkan marwah dari tuan guru yang kita cintai.


"Sepanjang sejarah, baru kali ini ada tuan guru menjaga orang demo, ini ada apa," ujarnya sembari meminta agar Kapolres Lombok Timur dicopot dari jabatannya agar kejadian tersebut  tidak terulang lagi.


Hendra mengaku mengatakan itu karena tidak ingin marwah Tuan Guru diinjak oleh Kapolres. Karena menurutnya, Tuan Guru itu tempatnya di pengajian, Ponpes, bukan di jalan menjaga orang demo. 


Sementara itu, TGH. Muksin yang menyempatkan diri ikut berbicara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Ia datang ke lokasi demonstrasi di depan Kantor Bupati Lombok Timur itu untuk mendengar keluhan mahasiswa. Dengan harapan apa yang disampaikan oleh mahasiswa itu bisa disampaikan ke pemerintah nantinya. 


"Jadi kami kesini bukan karena diminta, tetapi kami kesini hanya karena ingin mendengar keluhan dari mahasiswa yang ada,"bantahnya dari atas podium.(yns)

×
Berita Terbaru Update