Notification

×

Iklan

Iklan

Mesin Penghasil Bahan Bakar Ramah Lingkungan Hadir di NTB

Saturday, May 29, 2021 | May 29, 2021 WIB Last Updated 2021-05-29T11:31:19Z


 

Lombok Barat, Selaparangnews.com -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggaungkan Industrialisasi. Salah satunya ialah industri yang mampu mengurangi persoalan sampah, yang menjadi program unggulan. 

Kini, di NTB hadir mesin penghasil bahan bakar yang ramah lingkungan dengan sistem Pirolisis di STIP Banyumulek yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, Sabtu, 29 Mei 2021, di Gedung Science Dan Technology Industrial Park Lombok (STIPark) NTB.


Mesin berbobot 2 ton itu mampu mengolah sampah plastik sebanyak 1 ton menjadi 400-600 liter solar dalam sehari. Dengan beroperasi selama 8 jam, memanfaatkan tenaga PLN.


PT. Geo Trash Management sebagai investor juga akan menghadirkan mesin berkapasitas 2 Ton itu di Kebun Kongo. Dengan kapasitas 12.000 liter solar dalam sehari. Memanfaatkan tenaga listrik dari gas metan di TPA sebagai bahan bakarnya.


"Hasil dari pengolahan sampah plastik akan menghasilkan Geo Disel atau solar yang setara Dexlie dengan standar Euro 3," ujar Mr Andrew Sinclair, Direktur dan Project Manager PT. Geo Trash Management.


Kehadiran mesin pengolah sampah yang ramah dengan lingkungan ini, membutuhkan bahan baku dasar dari semua plastik. Seperti kantong kresek, plastik bungkusan permen dan jajan, stereoform, sandal bekas, ban bekas dan jenis karet.


Sedangkan jenis plastik PET (Polyethylene terephthalate) dan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak dimasukan dalam mesin. Seperti botol air mineral, pipa atau selang.


Dalam Proses Pirolisis ini akan  menghasilkan cairan dan gas. Kemudian cairan ini akan diproses lagi untuk memisahkan air dan minyak berupa solar.


Bahkan sisanya dari proses plastik dapat digunakan untuk bahan baku aspal dan ban. Sedangkan sisa gas di tangki akan difiltrasi atau disaring dengan keramik. Sehingga udara yang keluar dari proses ini bersih tanpa polusi.


Ketersediaan bahan baku ini sudah bekerjasama dengan bank sampah di NTB. Termasuk sumberdaya seperti perumahan-perumahan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sudah dikoordinasikan.


"Mesin pengolah sampah plastik dengan sistem Pirolisis jenis ini baru satu-satunya di dunia, dan dioperasikan di NTB  Indonesia," tuturnya.


Kecintaannya terhadap lingkungan dan pariwisata, dasar ia memilih NTB untuk berinvestasi. Termasuk fokus dan keseriusan Pemerintah NTB dalam mensukseskan program Zero Waste serta keindahan destinasi wisatanya.


"Awalnya tanpa tau tentang Lombok NTB, saya datang memanfaatkan dan menyelamatkan lingkungan NTB," jelasnya.


Menanggapi hal tersebut, Ummi Rohmi sapaan Wagub, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mesin pengolahan sampah plastik ini.


"Kami sangat senang dengan adanya mesin ini," kata Wagub.


Sehingga hampir semua masalah sampah ada hilirisasinya. Ada tempat pengolahannya. Yang paling penting, tujuan untuk menjadikan sampah sebagai bahan yang membawahi berkah dapat perlahan terwujud.


Masyarakat dapat mengolah sampah, untuk dipilah karena memiliki nilai ekonomis. "Ayo masyarakat NTB jangan melihat sampah sebagai masalah, tapi kelola dengan memilah dan memilih sampah plastik," tegasnya.


Harapannya, di setiap Kabupaten/Kota juga akan dibangun mesin serupa sebagai solusi mengatasi persoalan lingkungan terutama sampah. Sinergi dan kerjasama semua steakholder sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sampah di NTB.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bappeda, Kepala Dinas LHK, Kadis Perindustrian, Kepala STIP, Dinas LHK Kabupaten Lobar dan Kalimantan  Timur. (SN)

×
Berita Terbaru Update