![]() |
| Gambar Ilustrasi Mall oleh AI |
SELAPARANGNEWS.COM - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang akrab disapa H. Iron mengungkapkan, terdapat investor yang tengah menjajaki rencana pembangunan mall di wilayah Lombok Timur. Rencana tersebut datang dari pengusaha asal Mataram bernama Awan yang memiliki jaringan dengan calon investor dari Jakarta. Komunikasi terkait peluang investasi tersebut kini mulai dilakukan, termasuk pembahasan mengenai konsep dan lokasi pembangunan.
"Ada dari Mataram, Pak Awan namanya. Beliau rupanya harus mengajak teman untuk membangun karena dia membangun tambak udang juga di Rambang," kata H. Iron kepada Media usai menghadiri Rapat Paripurna Dewan. Senin, (10/8/2026).
Menurutnya, pengusaha tersebut berencana menggandeng rekannya dari Jakarta untuk ikut mengembangkan investasi di Lombok Timur. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah pembangunan pusat perbelanjaan.
H. Iron menyebut calon investor sempat mempertanyakan prospek pembangunan mall di Lombok Timur, terutama terkait potensi pasar dan peluang pengembalian modal.
Menjawab pertanyaan tersebut, H. Iron menyampaikan bahwa Lombok Timur memiliki potensi pasar yang besar. Ia mencontohkan tingginya aktivitas masyarakat Lombok yang berkunjung ke pusat perbelanjaan di Kota Mataram.
"Kalau pengusaha kan betul, bagaimana bisa kembali modal. Saya bilang, kami punya satu setengah juta penduduk. Tiga puluh persen itu datang ke Mall Epicentrum," ujarnya.
Jika rencana tersebut terealisasi, H. Iron berharap mall yang dibangun tidak sekadar menjadi tempat berbelanja, tetapi berkembang sebagai kawasan komersial dan pusat aktivitas masyarakat.
Menurutnya, pusat perbelanjaan tersebut perlu dilengkapi berbagai fasilitas pendukung agar mampu menarik masyarakat dan memiliki daya saing.
"Kalau dibangun, dengan catatan harus ada hotelnya, harus ada bioskop, ada ruang pertemuan dan sebagainya," jelasnya.
Selain itu, H. Iron berharap kawasan tersebut memiliki banyak pilihan kuliner. Dengan demikian, keberadaan mall nantinya tidak hanya menggerakkan sektor perdagangan, tetapi juga kuliner, jasa, hiburan dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. "Harus banyak kuliner di situ," ujarnya.
Konsep tersebut, kata dia, diharapkan mampu menjadikan mall sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.
Terkait lokasi, H. Iron menyebut pembahasan masih berlangsung. Salah satu kawasan yang disebut dalam penjajakan berada di sekitar PTC.
Ia menegaskan, lahan yang dimaksud bukan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, melainkan milik pribadi.
Sementara itu, calon investor dari Jakarta disebut masih melakukan pembahasan internal untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Sudah ada rencana. Mudah-mudahan dia cepat. Mereka akan terus melakukan komunikasi dan rapat-rapat di Jakarta," kata H. Iron.
Bupati menambahkan, bulan Desember akan menjadi salah satu waktu penting untuk melihat perkembangan rencana investasi tersebut, termasuk apakah pembangunan mall benar-benar akan direalisasikan atau masih membutuhkan proses lanjutan.
"Kita lihat nanti bulan Desember, apakah terealisasi atau seperti apa," ujarnya.
Jika terealisasi, pembangunan pusat perbelanjaan baru tersebut berpotensi menjadi salah satu investasi besar di Lombok Timur. Selain menambah pilihan pusat perdagangan dan hiburan bagi masyarakat, investasi tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Yns)
