Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dikbud NTB Minta Sekolah Bentuk Tim Khusus Penulis Ijazah, Ini Alasannya

Selasa, 15 Juni 2021 | Juni 15, 2021 WIB Last Updated 2021-06-22T10:06:50Z

Purni Susanto, Kepala Seksi Kurikulum SMA Dikbud NTB

Mataram, Selaparangnews.com - Guna menghindari adanya kesalahan tulisan pada Ijazah peserta didik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta kepada sekolah yang ada di bawah naungannya untuk membuat tim khusus.


Hal itu ditegaskan Purni Susanto, Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Sekolah Menengah Atas Dikbud NTB.


Hal itu penting menurut Purni, mengingat blanko Ijazah  yang terbatas sehingga harus diantisipasi sebelum adanya kesalahan yang mengakibatkan banyaknya blanko yang akan mengalami kerusakan jika Sekolah tidak membentuk tim khusus untuk penulisan Ijazah tersebut.


"Mengingat blanko Ijazah sangat terbatas sementara potensi kerusakannya cukup tinggi, sehingga Sekolah perlu membentuk tim khusus penulisan Ijazah," ujarnya. Selasa, 15/06/2021.


Kata Purni, nantinya tim tersebut akan bertugas menyiapkan semua, mulai dari menelaah peraturan terkait petunjuk teknis (Juknis) penulisan Ijazah.


Pasalnya kata Purni, masih banyak Sekolah yang salah paham menyamakan tanggal terbitnya Ijazah dengan tanggal pengumuman kelulusan.


Tak hanya itu, lanjutnya, banyak juga Sekolah yang kurang cermat menulis peruntukan Ijazah kepada orang lain yang bukan miliknya.


"Bahkan ada beberapa Sekolah menulis blanko Ijazah tanpa membekali diri sebelumnya dengan menelaah Juknis penulisan Ijazah sehingga mengakibatkan puluhan blanko Ijazah terbuang sia-sia," ungkapnya.


Ia mencontohkannya dengan penulisan nomor seri 00055 diperuntukkan buat si A sesuai panduan dari Dinas Dikbud Provinsi, tapi ternyata ditulis bagi si B. "Bayangkan, bila beberapa kali terjadi kesalahan, maka berapa blanko Ijazah akan sia-sia," tegasnya.


Oleh karena itu, kata Purni, tim penulis Ijazah yang akan dibentuk itu perlu melakukan latihan dengan banyak mengkopi blanko asli.


Purni juga berharap agar Sekolah atau tim penulis Ijazah tersebut tetap aktif bertanya kepada Sekolah lain atau langsung ke Dinas ataupun KCD bila ada yang dianggap yang masih meragukan.


"Jangan konsultasinya setelah blanko Ijazah sudah rusak atau salah tulis, Insyaallah kami selalu siap melayani konsultasi terkait ini," pungkasnya. (Izi)

×
Berita Terbaru Update