Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemkab Lotim Pacu Realisasi Program Lotim Berkembang

Senin, 06 September 2021 | September 06, 2021 WIB Last Updated 2021-09-06T13:19:35Z

H. Rumaksi Sj. SH. Wakil Bupati Lombok Timur saat memimpin rapat evaluasi yang dihadiri Kepala OJK NTB, Bank Indonesia Perwakilan Mataram, BNI Cabang Pembantu Selong, Perwakilan BRI Cabang Selong, Jasindo, dan sejumlah OPD terkait lingkup Pemda Kabupaten Lombok Timur

 

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memacu realisasi Program Lombok Timur Berantas Rentenir dengan Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang).


Dalam rangka itu, Pemkab Lotim melakukan rapat evaluasi pada Senin, 6 September 2021, di Ruang Rapat Utama 2 Kantor Bupati Lombok Timur.


Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Lotim, Rumaksi Sjamsuddin., SH., dihadiri Kepala OJK NTB, Bank Indonesia Perwakilan Mataram, BNI Cabang Pembantu Selong, Perwakilan BRI Cabang Selong, Jasindo, dan sejumlah OPD terkait lingkup Pemda Kabupaten Lombok Timur.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati meminta komitmen BRI dan BNI sebagai dua bank penyalur untuk menuntaskan target realisasi program tersebut pada akhir tahun ini.


Ia juga sempat mengkritisi BRI yang dinilai kurang mendukung karena rendahnya realisasi penyaluran dari bank tersebut.


Sampai dengan September, kata Wabup, realiasi penyaluran bagi peternak mencapai 2.975 kelompok. Dari jumlah tersebut 2.187 melalui BNI dan 788 melalui BRI.


Kondisi ini dinilai Wabup akibat ketidaksamaan pemahaman sehingga kesempatan evaluasi ini diharapkan dapat menyatukan kembali pemahaman tersebut guna tercapainya target realisasi lebih dari 5000 peternak yang mendapat program Lotim Berkembang.


Selain perbedaan kinerja dua bank tersebut, koordinasi juga disebut masih perlu ditingkatkan, utamanya untuk pendampingan dari OPD teknis yaitu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.


Kepala OJK NTB Rico Rinaldy mendorong adanya pertukaran informasi dan saling mendukung antara dua bank penyalur untuk percepatan pencapaian target. Sebab ia melihat Lotim Berkembang merupakan program yang sangat baik.


Ia bahkan berjanji merekomendasikan program ini menjadi generic model untuk dikembangkan secara nasional. Kegiatan evaluasi tersebut, menurut Rico, merupakan sarana menemukan solusi serta mengurangi risiko bagi semua pihak.


Pada penghujung kegiatan BRI yang sebelumnya menyampaikan faktor penyebab rendahnya realisasi melalui BRI menyampaikan komitmen dapat melayani 1.200 peternak hingga akhir tahun ini. Sementara itu BNI menyanggupi realisasi hingga 1.500 peternak.


Pemda Kabupaten Lombok Timur berjanji akan terus menjalankan program ini secara konsisten di tahun-tahun mendatang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (SN)

×
Berita Terbaru Update