![]() |
| Mahasiswa universitas Hamzanwadi dan produk yang dihasilkan dari limbah MBG |
SELAPARANGNEWS.COM - Di tengah upaya pemerintah memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan pengelolaan limbah organik menjadi tantangan baru yang perlu diantisipasi. Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Hamzanwadi menghadirkan inovasi First POC (Pupuk Organik Cair), produk yang mengubah limbah dapur menjadi pupuk organik bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Muh. Isnain, Muh. Fathurrizki, Sofwanul Hakim, dan M. Pratama Alva Sahrurrezal, mahasiswa Semester IV Program Studi Teknik Lingkungan dan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Hamzanwadi.
First POC memanfaatkan limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari sisa buah-buahan, sayuran, cangkang telur, hingga air bekas cucian beras. Seluruh bahan difermentasi menggunakan bioaktivator EM4 sehingga menghasilkan pupuk organik cair yang dapat meningkatkan kesuburan tanaman sekaligus mengurangi volume sampah organik.
Ketua tim inovasi, Muh. Isnain, menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya produksi limbah organik yang berpotensi muncul seiring masifnya pelaksanaan Program MBG di berbagai daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis memiliki manfaat besar bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat. Namun di sisi lain, akan muncul limbah organik yang juga harus dikelola dengan baik. Kami ingin menghadirkan solusi sederhana agar limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain mengurangi pencemaran lingkungan, First POC juga diharapkan mampu mendukung sektor pertanian melalui penyediaan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia.
Dosen mentor tim, L. M. Samsu, S.E., M.Ec., M.Kom., mengatakan inovasi mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. First POC memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha berskala makro karena bahan bakunya mudah diperoleh, proses produksinya sederhana, dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Inovasi ini memberikan solusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, konsep ekonomi sirkular yang diterapkan dalam First POC sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Meski demikian, pengembangan produk masih menghadapi tantangan. Tim menemukan bahwa sebagian besar petani masih bergantung pada pupuk kimia sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan agar masyarakat semakin percaya terhadap efektivitas pupuk organik cair.
Di balik tantangan tersebut, First POC memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya mudah ditemukan di lingkungan sekitar, biaya produksinya relatif rendah, serta dapat diproduksi secara rutin setiap minggu. Kondisi ini menjadikan produk tersebut berpotensi dikembangkan sebagai usaha mikro berbasis lingkungan yang dapat diterapkan oleh kelompok masyarakat maupun pelaku UMKM.
Atas inovasi tersebut, tim First POC berhasil meraih Juara IV pada Grand Launching Day Program Kewirausahaan Berbasis Proyek yang diselenggarakan oleh Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Hamzanwadi pada Senin (27/7/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendekatan kewirausahaan berbasis proyek, mahasiswa didorong menciptakan produk inovatif yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, mulai dari pengelolaan limbah, penguatan ketahanan pangan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, First POC diharapkan dapat dikembangkan sebagai model pengelolaan limbah organik pada dapur-dapur Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Dengan demikian, program nasional tersebut tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi sirkular yang mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan Grand Launching Day Program Kewirausahaan Berbasis Proyek yang diselenggarakan oleh Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Universitas Hamzanwadi dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan kurikulum Universitas Hamzanwadi sebagai upaya mencetak lulusan yang adaptif terhadap tantangan global.
Menurut Rohmi, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga harus memiliki jiwa kewirausahaan, literasi digital, serta kemampuan berbahasa internasional agar mampu menciptakan peluang kerja dan bersaing di tingkat global.
“Kami menempatkan entrepreneurship atau kewirausahaan sebagai bagian yang sangat penting dalam kurikulum. Lulusan Universitas Hamzanwadi diharapkan memiliki pengetahuan tentang kewirausahaan, melek digital, serta menguasai bahasa internasional. Karena kami sadar kemampuan tersebut sangat dibutuhkan, baik saat ini maupun di masa depan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Grand Launching Day menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil inovasi dan produk kewirausahaan yang dikembangkan melalui pendekatan berbasis proyek. Selain First POC, sejumlah karya inovatif lain turut dipamerkan, di antaranya produk olahan limbah plastik dan kayu yang disulap menjadi gantungan kunci serta hiasan interior bernilai jual, Bakpao Karakter yang menghadirkan desain tokoh-tokoh kartun favorit anak-anak sebagai inovasi pada produk pangan, Software Orederin, sebuah aplikasi kasir berbasis web yang dirancang untuk membantu operasional kafe dan restoran sekaligus memudahkan pelanggan dalam melakukan pemesanan, serta Ecoprint Totebag, produk tas ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah kain dengan teknik pewarnaan alami.
Beragam inovasi tersebut menunjukkan komitmen Universitas Hamzanwadi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan melalui kreativitas, teknologi, serta pemanfaatan sumber daya lokal. Melalui Program Kewirausahaan Berbasis Proyek, mahasiswa didorong menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan solusi inovatif, membuka peluang usaha baru, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. (SN)
