Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Lotim Pastikan Pasokan Bapok Aman Menjelang WSBK dan MotoGP

Saturday, October 23, 2021 | October 23, 2021 WIB Last Updated 2021-10-23T03:56:11Z
Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Timur


Lombok Timur, Selaparangnews.com - Menyusul sejumlah agenda internasional yang diperkirakan menyedot kunjungan ke Provinsi NTB beberapa waktu ke depan, Pemerintah merasa perlu menyusun neraca pangan. Hal ini untuk menjamin ketersediaan pangan utamanya bahan pokok bagi masyarakat Provinsi NTB, termasuk di Lombok Timur.


Terkait hal itu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Timur menggelar Rapat Koordinasi pada Jumat lalu, 22 Oktober 2021, di Ruang rapat Bupati Lombok Timur.


TPID ini terdiri dari Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Bagian Ekonomi, serta unsur TNI-Polri.


Bupati H.M. Sukiman Azmy dalam arahannya pada rapat tersebut mengingatkan posisi Lombok Timur sebagai Kabupaten penyangga kawasan super prioritas Mandalika. 


Karena itu penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat serta yang tidak kalah pentingnya juga adalah menjamin daya beli masyarakat.



Kaitan itu Bupati meminta agar seluruh OPD yang memiliki proyek fisik dapat segera melaksanakan kegiatannya. "Hal ini mengingat belanja pemerintah masih menjadi salah satu harapan besar dalam pergerakan ekonomi di daerah ini,"kata Bupati.


Bupati kembali menekankan target realisasi APBD pada akhir triwulan ke empat atau akhir tahun mendatang mencapai minimal 95 persen.


Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur Lalu Putradi menyampaikan pentingnya pengendalian inflasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. 


Dipaparkannya berdasarkan pemantauan data, fakta, dan fenomena melalui survey di lapangan, BPS Lombok Timur memperkirakan pertumbuhan positif bagi perekonomian Lombok Timur tahun 2021. 


Pertumbuhan di sejumlah sektor seperti pertanian, perdagangan dan konstruksi, produksi, juga penggalian mengalami peningkatan tak kurang dari lima persen. 


Kondisi tersebut seiring belanja modal Pemerintah dan peningkatan mobilitas orang dan barang pasca menurunnya grafik pandemi covid-19. Akan tetapi ia mengingatkan angka pasti akan dirilis setelah tahun 2021 berakhir.


"Berdasarkan penjelasan OPD teknis, stok pangan Lombok Timur umumnya aman hingga Desember, bahkan ada pula yang masih cukup hingga awal tahun 2022 mendatang," paparnya. 


Sedangkan dari sisi harga kebutuhan pokok fluktuatif, dengan sejumlah komoditas yang harganya stabil, seperti beras, bawang merah, dan daging ayam ras. Sementara komoditas lainnya seperti telur dan daging sapi mulai mengalami sedikit kenaikan.


Pada rapat yang berlangsung di Ruang rapat Bupati tersebut disepakati bahwa setiap OPD teknis melaporkan secara rutin kondisi pangan Lombok Timur untuk diolah TPID. Data tersebut akan dilaporkan TPID ke Provinsi untuk ditindaklanjuti. Langkah ini sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan di seluruh wilayah provinsi NTB. (SN) 
×
Berita Terbaru Update