Notification

×

Iklan

Iklan

Soal Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim di Lotim, Pokja API Dikenalkan Aplikasi AKSARA BAPPENAS

Thursday, September 1, 2022 | September 01, 2022 WIB Last Updated 2022-09-01T07:14:43Z

Pelatihan Peningkatan Kapasitas kepada anggota Pokja API Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim lintas sektoral pemerintah Lombok Timur bersama OMS dan Akademisi di Lesehan Sekar Asri, Sekarteja, Selong

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (Konsepsi) bersama Yayasan Relief Islam Indonesia (YRRI) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi Kelompok Kerja (Pokja) Mitigasi atau Adaptasi Perubahan Iklim (API) Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama sejumlah perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan Akademisi.


Kegiatan yang digelar Kamis, (01/09/2022) di Lesehan Sekar Asri, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong itu dibuka Eko Krismantono selaku Project Manager DECCAP (Deepening Climate Change Adaptation for Prosperity) mewakili Direktur Konsepsi. 


Kegiatan tersebut dipandu Kepala Bidang PSDA dan TTG Dinas PMD Lotim Assairul Kabir dan dihadiri dua narasumber, yang pertama ialah Ridwan, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappeda Lombok Timur selaku Ketua Koordinator Pokja API lingkup Pemkab Lotim dan Hidayatullah dari Bappeda Provinsi NTB yang menjelaskan terkait Aplikasi AKSARA Bappenas. 


Dalam kata Pembukaannya mewakili Direktur Konsepsi, Eko Krismantono menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Pokja API agar lebih maksimal dan efektif dalam melakukan advokasi pembangunan rendah karbon dan perubahan iklim di Kabupaten Lombok Timur


Dengan adanya pelatihan dan penguatan kapasitas itu, lanjutnya, upaya advokasi di lintas sektor bisa dilakukan dengan baik. "Dengan terlaksananya seri pelatihan ini, kami berharap dapat menambah pemahaman Pokja API lingkup OPD dalam melakukan advokasi ketahanan iklim dan rendah karbon dalam penganggaran perencanaan daerah," pungkasnya.


Dari Kiri: Eko Krismantono, Hidayatullah, Ridwan dan Assairul Kabir

Sementara itu, Kabid PSDA Bappeda Ridwan selaku Ketua Koordintaor Pokja API Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim lingkup Pemkab Lotim yang juga sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang ketiga kali dilakukan oleh Konsepsi bersama YRRI di Kabupaten Lombok Timur. 


"Pokja API Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim ini terbentuk sekitar tahun 2019 lalu," ucapnya.


Ia mengakui bahwa sejauh ini, OPD-OPD lingkup Pemkab Lotim belum banyak melakukan kegiatan terkait Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim tersebut, di samping juga masih minimnya pemahaman terkait hal itu. 


Namun, tandasnya, dengan adanya seri pelatihan peningkatan kapasitas itu, Ia berharap masing-masing OPD bisa lebih paham dan dapat mengimplementasikannya dalam program-program yang akan dikerjakan di masing-masing OPD.


Terkait Tupoksi Pokja, lanjut Ridwan, pihaknya akan selalu melakukan sinkronisasi dengan capaian dan hasil kegiatan yang dilakukan bersama Konsepsi agar mencapai hasil yang sesuai dengan yang direncanakan dan juga bisa dimasukkan di dalam rencana kerja OPD masing-masing. 


"Seperti yang kita lakukan saat ini kita sedang menyusun RAD, Rencana Aksi Daerah terkait dengan adaptasi ketahanan iklim dan juga terkait dengan Perbupnya," tutupnya sembari berharap dokumen-dokumen yang disusun itu bisa menjadi landasan untuk melakukan kegiatan di masing-masing OPD terkait upaya adaptasi perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon di Kabupaten Lombok Timur.


Narasumber lainnya, Hidayatullah dari Bappeda Provinsi NTB menjelaskan terkait keberadaan aplikasi pemantauan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim milik BAPPENAS bernama AKSARA.


Katanya, aplikasi AKSARA tersebut merupakan aplikasi yang digunakan Bappenas untuk memantau pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di seluruh Indonesia yang diresmikan pada tahun 2019 lalu sebagai portal terintegrasi yang membantu Pemerintah Indonesia dalam memenuhi komitmen penurunan emisi GRK sebesar 29 persen di tahun 2030.


"AKSARA merupakan platform untuk mencatat PRK (Pembangunan Rendah Karbon) dan ketahanan iklim secara transparan, akurat, komprehensif, konsisten, dan terintegrasi," ucapnya.


Selain itu, kata Hidayatullah, aplikasi ini juga dapat menyediakan data dan informasi yang akurat, transparan, dan partisipatif tentang aksi LCDI di Indonesia. Serta menyediakan sistem untuk mengumpulkan dan melaporkan pencapaian aksi LCDI kerja sama pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.


"AKSARA dibentuk untuk mendukung kredibilitas dan transparansi pelaporan pencapaian penurunan emisi rumah kaca dan pembangunan rendah karbon di Indonesia kepada masyarakat internasional dan  menyediakan data terkini untuk proses evaluasi dan perencanaan aksi pembangunan rendah karbon yang lebih baik di masa depan," pungkasnya. (Yns)



×
Berita Terbaru Update