![]() |
| Logo Partai Bulan Bintang |
SELAPARANGNEWS.COM - Dalam perjalanan politik, yang paling berbahaya bukanlah kekalahan, melainkan lalai dan abai atas pengalaman yang semestinya dijadikan pembelajaran. Kekuasaan bisa diraih dengan strategi, tetapi kepercayaan hanya lahir dari ketulusan dan konsistensi.
Menyikapi hal itu, DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Lombok Timur menggelar Rakercab yang dirangkai diskusi refleksi dan pendidikan politik pengkaderan sebagai ikhtiar untuk merawat api perjuangan yang sempat meredup.
Acara digelar di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Lombok Timur, Rabu (31/12/2025).
Bagi jajaran pengurus PBB Lombok Timur, Rakercab bukan sekadar agenda organisasi. Namun, menjadi ruang untuk menata ulang barisan, menyatukan langkah, dan memperbarui komitmen.
Sekretaris DPC PBB Lombok Timur, Mahrun, S.H., yang mewakili Ketua DPC TGH. Muliadi, FT, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa konsolidasi dan peningkatan kualitas kader adalah fondasi utama yang tak bisa ditawar.
“Partai yang besar lahir dari kader yang kuat,” ujar Mahrun, seraya menekankan bahwa pendidikan politik adalah jantung dari militansi kader. Dari proses itulah, PBB berharap mampu kembali merebut kepercayaan publik, sebagaimana pernah dicapai pada masa keemasannya.
Baginya, kejayaan tidak pernah datang secara kebetulan. Ia harus diperjuangkan melalui kerja kolektif yang rapi, konsisten, dan dimulai dari soliditas internal. Tanpa itu, cita-cita politik hanya sebagai slogan.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua III PBB Lombok Timur, Fathul Mubin, mengajak peserta menengok kembali sejarah. Ia mengisahkan perjalanan PBB sebagai partai berbasis Islam yang pernah menjadi magnet dukungan masyarakat Lombok Timur, tak lepas dari sosok sang pendiri, Prof. Yusril Ihza Mahendra.
Namun sejarah, menurut Fathul Mubin, bukan untuk dikenang semata. Ia harus menjadi cermin sekaligus bahan bakar untuk melangkah ke depan. Ia pun mengajak seluruh kader dan simpatisan memperkuat sinergi dan kekompakan, sebagai modal utama mengembalikan kepercayaan masyarakat. Seruan itu disambut tepuk tangan—sebuah tanda bahwa harapan masih hidup.
Lebih dari sekadar strategi politik, Fathul Mubin menekankan dimensi moral dalam berpolitik. Niat yang tulus, katanya, adalah akar dari politik yang bermartabat dengan niat untuk mengabdi kepada masyarakat, daerah, dan negara, bukan untuk kepentingan pribadi. Dari situlah integritas kader akan tumbuh.
Komitmen pembenahan juga disuarakan anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi PBB, Hamdan,S.Pd.SD. Ia menuturkan bahwa PBB Lombok Timur tengah berbenah serius, terutama dalam memperkuat kaderisasi dari tingkat paling bawah. Ranting dan anak cabang kini menjadi fokus utama.
Targetnya jelas: pada pemilu mendatang, seluruh daerah pemilihan dapat terisi. “Itu bukan ambisi berlebihan, melainkan hasil dari konsolidasi yang terencana,” ujarnya.
Rakercab tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara partai politik dan penyelenggara demokrasi. Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Lombok Timur, Dr. Retno Sirnopati, M.Hum., mengingatkan bahwa pendidikan politik tidak boleh terputus oleh waktu dan generasi. Demokrasi yang sehat, katanya, hanya bisa tumbuh dari pemahaman politik yang utuh dan berkesinambungan.
Ia menilai pemahaman tersebut penting untuk menangkal pragmatisme dan oportunisme yang kerap membayangi praktik demokrasi. Senada disampaikan, Komisioner Bawaslu Lombok Timur, Johari Marjan, M.Pd., menekankan perlunya pengawasan partisipatif dari partai politik agar proses demokrasi berjalan jujur dan berintegritas.
Dari unsur pemerintah daerah, Hidayat mewakili Badan Kesbangpoldagri Lombok Timur menegaskan, satu hal yang menjadi benang merah seluruh diskusi hari itu: kader adalah denyut nadi partai politik, tanpa kader yang berkualitas, partai akan kehilangan arah dan daya hidup. “Kader harus kritis, argumentatif, dan konstruktif,” tegasnya.
Melalui Rakercab dan pendidikan politik tersebut, PBB Lombok Timur kembali meneguhkan tekadnya. Konsolidasi struktural dan pembinaan politik dijadikan jalan strategis untuk melahirkan kader yang berintegritas, adaptif, dan menyatu dengan denyut kebutuhan masyarakat. Dari Bumi Patuh Karya, PBB mencoba menyalakan kembali cahaya Bulan Bintang optimis penuh keyakinan untuk mengembalikan kejayaan Partai. (SN)
