![]() |
| Dr. HM. Juaini Taofik, M.AP, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur |
SELAPARANGNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mencatatkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang membaik secara substansial, menunjukkan tren positif dalam pengelolaan keuangan daerah.
Berdasarkan data SEMPAD (Sistem Evaluasi dan Monitoring Pendapatan Daerah), realisasi PAD Lombok Timur per Desember 2025 mencapai Rp. 553,51 miliar, atau 99,45 persen dari target Rp. 556,55 miliar yang ditetapkan dalam APBD 2025 – capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut melampaui realisasi pada 2024 yang sebesar 80,30 persen dan 2023 yang sebesar 58,27 persen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, HM. Juaini Taofik mengatakan realisasi PAD 2025 yang mendekati target merupakan hasil dari transformasi digital dalam pengelolaan pendapatan, terutama melalui kemudahan layanan pembayaran pajak dan retribusi berbasis daring.
“Digitalisasi layanan pajak membuat proses lebih mudah, cepat, dan transparan. Masyarakat dapat membayar kewajiban pajaknya tanpa harus datang langsung ke kantor, bahkan dari luar daerah,” ujarnya kepada wartawan. Rabu, (31/12/2025).
Perbaikan layanan tersebut juga terlihat dari capaian riil di beberapa sektor pajak, seperti pajak kendaraan bermotor yang mencapai sekitar Rp. 83miliar, melampaui target awal tahun.
Selain pencapaian PAD, Lombok Timur juga mencatat realisasi pendapatan dan belanja daerah yang selaras dengan arahan pemerintah pusat. Menurut laporan realisasi per 31 Desember 2025, total pendapatan APBD mencapai sekitar 99 persen, sementara belanja daerah terealisasi sekitar 98 persen dari total pagu anggaran. Tingginya realisasi tersebut menunjukkan efisiensi anggaran dan perencanaan yang matang sepanjang tahun.
Hasil ini mengindikasikan bahwa Lombok Timur mampu menjaga keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran daerah, sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) berada pada level minimal, sesuai dengan target pengelolaan keuangan yang sehat.
Juaini menegaskan bahwa hasil positif ini tidak hanya memperkuat posisi fiskal, tetapi juga berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. “Pendapatan daerah yang kuat akan menjadi modal penting bagi pembiayaan sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” kata Sekda.
Selain itu, Lombok Timur menerima penghargaan nasional atas keberhasilannya dalam implementasi digitalisasi pendapatan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik pada 2025.
Meski capaian PAD dan realisasi APBD dinilai menggembirakan, pemerintah daerah menyadari tantangan ke depan, terutama dalam menjaga konsistensi penerimaan serta memperluas basis pajak di tengah dinamika ekonomi global dan lokal. Untuk itu, inovasi layanan, penguatan koordinasi antar perangkat daerah, serta pengawasan berkala tetap menjadi fokus utama.
Dengan kinerja fiskal yang solid di tahun 2025, Lombok Timur menatap tahun anggaran berikutnya dengan target pertumbuhan yang realistis dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat. (Yns)
