![]() |
| Kondisi Pasar Pringgabaya pasca insiden kebakaran |
SELAPARANGNEWS.COM - Camat Pringgabaya, Liza Sugiartini, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan pasca-kebakaran hebat yang melanda Pasar Pringgabaya. Menindaklanjuti instruksi Bupati dan Sekda Lombok Timur, pihak kecamatan menargetkan pembersihan puing-puing sisa kebakaran tuntas dalam waktu dua hari ke depan.
Ditemui di lokasi kejadian pada Selasa pagi (28/04/2026), Liza mengungkapkan bahwa keinginan terbesar masyarakat, terutama para pedagang, adalah bisa segera kembali berjualan. Meskipun kondisi pasar belum pulih total, keberadaan lapak sementara menjadi harapan satu-satunya bagi warga untuk menyambung hidup.
"Harapan masyarakat sangat jelas, mereka ingin segera diadakan pembersihan agar bisa berjualan kembali. Hari ini, atas instruksi Pak Sekda, kami mulai bergerak melakukan pembersihan. Namun, kami tetap berkoordinasi dengan pihak berwajib agar proses ini tidak merusak tempat kejadian perkara (TKP). Pembersihan akan kami sisir mulai dari sisi kiri terlebih dahulu," ujarnya.
Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, Liza menyebutkan sekitar 165 kios dan los pasar hangus terbakar. Mengingat banyaknya pedagang konveksi (pakaian) dan sembako yang berada di titik sentral api, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang fantastis.
"Kalau melihat kondisi di lapangan, kerugian bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Di area yang terdampak itu banyak sekali stok pakaian dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya yang ludes tak tersisa," tambahnya dengan nada prihatin.
Terkait teknis di lapangan, Liza menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan telah standby untuk melakukan normalisasi area. Rencananya, setelah pembersihan selesai, pemerintah akan memfasilitasi pembuatan lapak-lapak sederhana agar aktivitas perdagangan bisa langsung berjalan.
Ia juga menanggapi permintaan pedagang yang sempat ingin berjualan di area depan pasar atau bahu jalan. Demi menjaga ketertiban dan mencegah kemacetan arus lalu lintas, pihak pemerintah belum memberikan izin untuk opsi tersebut.
"Masyarakat sempat meminta izin berjualan di depan, namun belum diizinkan karena pertimbangan kemacetan. Fokus kita adalah membersihkan area dalam pasar dalam dua hari ini. Hari ini dan besok kita keroyok, sehingga segera bisa dibuatkan lapak sederhana," tegasnya.
Liza menekankan bahwa Pasar Pringgabaya bukan sekadar pusat belanja lokal, melainkan tumpuan hidup masyarakat dari berbagai kecamatan. Pedagang yang beraktivitas di sana datang dari berbagai wilayah, mulai dari Wanasaba hingga Suela.
"Pasar ini sangat vital. Banyak warga yang menggantungkan hidupnya di sini, bukan hanya orang Pringgabaya saja. Melihat kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, musibah ini tentu sangat menyedihkan. Karena itu, membantu mereka kembali berdaya adalah prioritas utama kami saat ini," pungkasnya. (Yns)
