![]() |
| Tim Inafis Polres Lombok Timur saat melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab dan sumber kebakaran |
SELAPARANGNEWS.COM - Kebakaran hebat yang melanda Pasar Pringgabaya pada Senin, 27 April 2026 kemarin, menyisakan dampak yang sangat memprihatinkan bagi stabilitas ekonomi masyarakat setempat. Berdasarkan pendataan awal dari Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, tercatat sedikitnya 164 lapak pedagang ludes tak tersisa akibat amukan si jago merah. Angka ini menjadi potret betapa besarnya kerugian yang harus ditanggung para pedagang, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari berjualan sembako dan pakaian.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurahman merinci bahwa ratusan lapak yang hangus tersebut diawali dari blok pedagang sembako dan konveksi. Cepatnya api menjalar disebabkan oleh material dagangan yang mudah terbakar, sehingga dalam waktu singkat api melumat habis area tersebut dan turut merusak tiga unit toko di sekitarnya. Beruntung, gerak cepat petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan deretan ruko lainnya dari kerusakan yang lebih parah.
Menyikapi musibah ini, Pemerintah Daerah Lombok Timur memastikan tidak akan tinggal diam. Hadi Fathurahman menegaskan bahwa kebijakan pertama yang akan diambil adalah melakukan pembersihan lokasi secara total dengan menggandeng Dinas PUPR untuk mendatangkan alat berat setelah penyelidikan dari pihak kepolisian rampung. Langkah ini krusial agar sisa-sisa puing kebakaran tidak menjadi kendala bagi langkah pemulihan selanjutnya.
Hadi Fathurahman menekankan bahwa aspirasi utama pedagang saat ini adalah bisa kembali berjualan secepat mungkin. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menyiapkan tempat berjualan sementara guna menampung para korban kebakaran. Langkah darurat ini diambil agar roda ekonomi di Pasar Pringgabaya tidak terhenti total dan para pedagang tetap memiliki pemasukan untuk menyambung hidup.
Lebih jauh lagi, pemerintah kabupaten telah menetapkan musibah ini sebagai momentum untuk melakukan revitalisasi total terhadap Pasar Pringgabaya. Hadi Fathurahman menyatakan bahwa pembangunan kembali pasar tersebut akan masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah karena sifatnya yang sangat mendesak. Melalui revitalisasi ini, pemerintah berharap Pasar Pringgabaya tidak hanya sekadar dibangun kembali, tetapi juga ditingkatkan standarnya agar lebih aman, tertata, dan mampu meminimalisir risiko serupa di masa depan. (Yns)
