![]() |
| Penyerahan cinderamata oleh Dr. Mahsur, Rektor IAI AL-MANAN kepada salah satu Narasumber |
SELAPARANGNEWS.COM - IAI Al-Manan NU Lombok Timur menggelar kegiatan studium generale bertema peran kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan tinggi dan strategi penguatan Career Development Center (CDC), yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) internasional bersama ASTEEC.
Kegiatan ini berlangsung di Aula kampus setempat pada Senin (30/03/2026). Acara menghadirkan narasumber Putra Wanda, M.Eng., Ph.D., dan M. Rodinal Khair K, M.Phil., serta dihadiri pimpinan yayasan, civitas akademika, dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, pimpinan yayasan TGH. Zamharir Abdul Mannan menekankan pentingnya peningkatan mutu akademik melalui penguatan tradisi keilmuan. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan perintah Allah pada ayat pertama yang turun tentang membaca, serta makna Nahdlatul Ulama sebagai kebangkitan ulama yang identik dengan kebangkitan ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Rektor IAI Al-Manan NU Lombok Timur, Dr. Mahsur, S.Pd., M.Pd., dalam keynote speech menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis kampus untuk meningkatkan motivasi dosen dan mahasiswa sekaligus mendorong pencapaian standar perguruan tinggi.
“Melalui kuliah umum ini, diharapkan wawasan akademik semakin luas dan mampu mempercepat pencapaian visi institusi, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama internasional melalui MoU memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai akreditasi, terutama pada aspek penelitian sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi. “Kami berharap IAI Al-Manan semakin berkembang dan dikenal di tingkat global,” tambahnya.
Pada sesi materi, M. Rodinal Khair K menyoroti pentingnya keterlibatan alumni dalam pengembangan institusi. Ia mendorong pembentukan unit khusus seperti Career Development Center (CDC) yang berfungsi mengelola alumni secara sistematis.
Menurutnya, CDC memiliki peran strategis, meliputi academic mastering, soft skill mastering, career preparation class, serta pendampingan psikologis dan karier. Ia juga menekankan pentingnya program alumni sharing dan penguatan kerja sama berbasis hasil tracer study.
Sementara itu, Putra Wanda, M.Eng., Ph.D., memaparkan peran kecerdasan buatan (AI) dalam transformasi pendidikan tinggi. Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), yang berorientasi pada capaian pembelajaran.
“AI memungkinkan perancangan kurikulum berbasis data serta mendukung pembelajaran adaptif yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan ASTEEC sebagai lembaga penelitian internasional yang membuka peluang kolaborasi global di bidang riset dan pengembangan akademik.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penguatan jejaring internasional, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja di era digital. (SN)
