Notification

×

Iklan

Iklan

Lalai Saat Bakar Arang, Kandang Ayam di Suralaga Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar

Minggu, 03 Mei 2026 | Mei 03, 2026 WIB Last Updated 2026-05-03T07:06:28Z

Kondisi Kandang Ayam di Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga yang hangus Terbakar

SELAPARANGNEWS.COM – Insiden kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Dusun Gerung Permai, Desa Suralaga Timur, Kecamatan Suralaga, pada Minggu (03/05/2026) dini hari. Akibat kejadian ini, pemilik kandang diperkirakan mengalami kerugian materil hingga Rp. 1,5 Miliar.

‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa api diduga kuat berasal dari kelalaian manusia saat melakukan aktivitas pemeliharaan di dalam kandang.

‎Lalu Dami Ahyani mengungkapkan, peristiwa bermula ketika penjaga kandang tengah membakar arang yang tujuannya untuk menghangatkan ayam-ayam di dalamnya. Namun nahas, saat api arang masih menyala, sang penjaga justru tertidur lelap.

‎"Saat terbangun, penjaga kandang mendapati api sudah membesar dan menjalar ke bagian bangunan kandang. Kondisi api yang cepat merembet membuat pemilik dan warga sekitar sempat panik," ujar Lalu Dami, Minggu, (03/05/2026). 

‎Pihak Mako Damkarmat menerima laporan warga pada pukul 03:23 WITA. Menanggapi situasi darurat tersebut, tim Regu 2 Brama langsung diterjunkan ke lokasi dengan pergerakan awal satu unit mobil pemadam.

‎Melihat skala kebakaran yang cukup besar, personel tambahan segera dikerahkan. Total sebanyak 15 anggota pemadam dengan dukungan 2 unit mobil pemadam dan 1 mobil tangki dikirim untuk melakukan pemadaman total.

‎"Tim tiba di lokasi sekitar pukul 03:29 WITA dan langsung melakukan assessment serta upaya pemadaman. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, namun kerugian fisik mencapai angka Rp1,5 miliar mengingat objek yang terbakar adalah kandang ayam milik saudari Wahyuni Andila Martin," jelasnya.

‎Api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan hingga situasi dinyatakan benar-benar aman terkendali pada pukul 04:55 WITA.

‎Meski penanganan berjalan lancar, Lalu Dami Ahyani juga memberikan catatan evaluasi terkait kendala teknis di lapangan. Ia mengakui adanya beberapa hambatan peralatan yang dialami personel saat berjibaku dengan api di kegelapan dini hari.

‎"Kami mencatat ada kekurangan senter untuk penerangan di lokasi yang gelap, serta kendala teknis pada satu nozzle pistol yang sempat tersumbat. Hal ini akan segera kami evaluasi dan perbaiki agar pelayanan penyelamatan kepada masyarakat semakin maksimal ke depannya," tegasnya.

‎Pihak Damkarmat mengimbau kepada seluruh pengusaha peternakan dan masyarakat luas agar lebih waspada dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, terutama pada jam-jam rawan di malam hari guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update