![]() |
| Peletakan Batu Pertama Pembangunan Graha PMII Lombok Timur oleh Wakil Ketua PB IKA PMII dan Sekda Lombok Timur |
SELAPARANGNEWS.COM – Semangat kebersamaan dan gotong royong mengiringi peletakan batu pertama pembangunan Graha Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur di Rakam, Kecamatan Selong, Jumat (12/6). Pembangunan gedung yang digagas oleh para alumni dan kader PMII tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pusat kaderisasi sekaligus ruang pergerakan yang representatif bagi generasi muda di masa mendatang.
Kegiatan bersejarah tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H. M. Juaini Taofik mewakili Bupati Lombok Timur, unsur Forkopimda, Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni (IKA) PMII, IKA PMII NTB, IKA PMII Lombok Timur, PKC PMII Bali Nusra, PC PMII Lombok Timur, serta ratusan kader dan alumni PMII dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Pembangunan Graha PMII Lombok Timur, Dr. Ahmad Patoni, menegaskan bahwa pembangunan gedung tersebut lahir dari semangat pengabdian para alumni yang ingin meninggalkan warisan berharga bagi kader PMII dan masyarakat Lombok Timur.
“Gedung ini bukan sekadar bangunan. Gedung ini akan dipakai belajar, menjadi pusat gerakan dan pusat lahirnya gagasan. Kalau kita tidak mengambil bagian dalam pembangunan ini, maka kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan amal jariyah yang akan terus mengalir,” ujar Patoni.
Menurutnya, tahap awal pembangunan didukung oleh puluhan alumni yang secara sukarela mengumpulkan iuran untuk membiayai struktur dasar bangunan. Hingga saat ini, sedikitnya 40 alumni telah berkomitmen untuk membantu proses pembangunan Graha PMII.
“Kami sudah memulai dengan 40 sahabat alumni yang berkomitmen membantu pembangunan. Hari ini kita mulai dengan 24 tiang pondasi. Ini bukti bahwa PMII Lombok Timur tidak menunggu kaya untuk bergerak, tetapi bergerak karena keyakinan,” tegasnya.
Patoni menilai kekuatan terbesar PMII Lombok Timur bukan terletak pada besarnya sumber daya finansial, melainkan pada semangat kolektif, solidaritas, dan optimisme para kadernya.
“Mungkin kita tidak punya banyak uang, mungkin kita bukan kelompok paling kaya. Tetapi kami punya keyakinan. Matahari itu terbit dari timur, dan kami percaya Lombok Timur akan terus melahirkan cahaya perubahan,” katanya.
Sementara itu, Ketua IKA PMII Lombok Timur, Muhlis Hasim, M.Si., menyebut pembangunan Graha PMII merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat proses kaderisasi dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan organisasi.
“Ini bukan gedung untuk alumni. Ini adalah investasi untuk kader-kader PMII masa depan. Mereka yang akan belajar, berdiskusi, dan membangun daerah dari tempat ini,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Cless itu menjelaskan, Graha PMII Lombok Timur akan dibangun dua lantai di atas lahan seluas 15 are. Lantai pertama dirancang sebagai kantor organisasi, sementara lantai kedua akan difungsikan sebagai aula pertemuan dan pusat kegiatan kaderisasi.
“Kami ingin suatu saat kader PMII tidak perlu lagi berpindah-pindah mencari tempat pelatihan. Semua proses kaderisasi bisa dilakukan di rumah sendiri, di Graha PMII Lombok Timur,” katanya.
Muhlis juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang telah memberikan dukungan berupa lahan untuk pengembangan organisasi. Ia berharap status lahan tersebut dapat ditingkatkan menjadi hibah penuh guna memberikan kepastian hukum bagi keberlangsungan Graha PMII.
“Kami berharap ke depan status lahan ini bisa ditingkatkan menjadi hibah penuh sehingga keberadaan Graha PMII memiliki kepastian hukum yang kuat dan dapat terus berkembang untuk kepentingan kaderisasi,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Lombok Timur H. M. Juaini Taofik memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung pembangunan Graha PMII hingga selesai, termasuk mengawal proses administrasi dan legalitas lahan.
“Pak Bupati berpesan agar proses ini dikawal sampai selesai secara akuntabel. Insya Allah tinggal selangkah lagi menuju penyelesaian administrasi dan legalitasnya,” ungkap Juaini.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah tidak hanya sebatas komitmen, tetapi juga telah diwujudkan melalui bantuan alat berat dan material untuk mendukung pekerjaan tahap awal pembangunan.
“Begitu panitia melapor, pemerintah langsung mengirim alat berat dan bantuan material. Artinya bupati mengakui dan mendukung keberadaan PMII sebagai mitra pembangunan daerah,” ujarnya.
Keberadaan Graha PMII Lombok Timur diharapkan menjadi pusat pengembangan kapasitas kader, ruang diskusi intelektual, serta wadah lahirnya gagasan-gagasan konstruktif yang mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah. Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan para alumni, kader, dan pemerintah daerah, pembangunan Graha PMII diyakini akan menjadi simbol kebersamaan sekaligus investasi peradaban bagi generasi mendatang.
