![]() |
| Ketua Umum DPD DMI Lombok Timur Ust. H. Muh. Husni Mubarok, Q.H., M.Pd.I saat menyerahkan secara simbolis bantuan alat kebersihan masjid kepada salah satu pengurus DMI Kecamatan |
SELAPARANGNEWS.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB menyalurkan bantuan sebanyak 1.750 paket alat kebersihan masjid kepada Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) DMI se-Lombok Timur. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung dalam kegiatan silaturahmi bersama unsur pengurus DPK se Kabupaten Lombok Timur, di Pondok Pesantren Darul Mubarok NW Yasnuhu, Kecamatan Pringgabaya, pada Sabtu, (1/8).
Bantuan yang berasal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DMI itu akan didistribusikan kembali oleh DPK DMI di masing-masing kecamatan kepada masjid-masjid yang ada di wilayahnya masing-masing.
Ketua Umum DPD DMI Kabupaten Lombok Timur Ust. Muh. Husni Mubarok, QH., M.Pd.I., atau yang akrab disapa HM tersebut menjelaskan, penyaluran bantuan itu merupakan bentuk kepedulian DPP DMI terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah sekaligus memperkuat peran DMI hingga tingkat kecamatan.
"Hari ini kami menyalurkan bantuan alat kebersihan untuk masjid melalui DPK DMI tingkat kecamatan. Bantuan ini bersumber dari DPP DMI yang disalurkan melalui DPD DMI kabupaten, kemudian kami meminta DPK DMI untuk mendistribusikannya kepada masjid-masjid di wilayahnya masing-masing," ujarnya usai kegiatan.
Ia menjelaskan, setiap Kecamatan menerima 50 paket alat kebersihan yang akan dibagikan secara bertahap kepada masjid di kecamatan masing-masing. Anggota DPRD Lotim dari Utara Lotim ini menegaskan, DMI Lombok Timur menjadi kabupaten dengan alokasi bantuan terbesar di NTB.
"Alhamdulillah, Lombok Timur memperoleh 1.750 paket alat kebersihan. Jumlah ini merupakan yang terbesar di NTB. Ada kabupaten lain yang hanya menerima 100 hingga 450 paket, sedangkan Lombok Timur mendapatkan 1.750 paket," jelasnya.
Ia berharap perhatian terhadap masjid tidak berhenti pada bantuan dari DPP DMI saja, tetapi juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan pengurus masjid.
"Harapan kami ke depan ada kolaborasi dengan pemerintah daerah. Jika DPP memberikan bantuan alat kebersihan, mudah-mudahan pemerintah daerah juga dapat memberikan perhatian kepada pengurus DMI di tingkat kecamatan agar semangat mereka terus terjaga," katanya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan motto DMI, yakni "Memakmurkan dan Dimakmurkan." Para pengurus masjid yang selama ini bekerja secara sukarela perlu mendapatkan apresiasi agar terus termotivasi dalam melayani umat.
Selain penyaluran bantuan, DPD DMI Lombok Timur juga menargetkan setiap kecamatan memiliki satu masjid yang dijadikan role model dalam pengelolaan masjid.
Masjid percontohan tersebut diharapkan memiliki administrasi yang tertib, manajemen yang profesional, lingkungan yang bersih, serta fasilitas yang nyaman sehingga dapat menjadi contoh bagi masjid lainnya.
Salah satu masjid yang dinilai memiliki potensi menjadi percontohan adalah Masjid Al Muhajirin di Dasan Baru. Menurutnya Masjid tersebut memiliki jumlah jamaah yang cukup banyak serta halaman yang luas, namun masih membutuhkan penataan agar menjadi ruang yang nyaman bagi masyarakat.
"Kami ingin setiap kecamatan memiliki satu masjid percontohan yang dikelola dengan baik, baik dari sisi administrasi, fisik, maupun manajemennya. Masjid harus menjadi tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak jamaah," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan masjid. Menurutnya, karena sebagian besar dana operasional masjid berasal dari masyarakat, maka pengelola harus menerapkan tata kelola yang akuntabel agar kepercayaan jamaah terus terjaga.
"Manajemen masjid harus terus diperbaiki. Transparansi sangat penting karena dana yang dikelola berasal dari masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, kepercayaan jamaah akan semakin meningkat dan masjid akan semakin makmur," pungkasnya. (Yns)

