![]() |
| Tangkapan layar unggahan akun Facebook Rifki Rayyanza terkait pertemuan Wali Murid dengan pihak SDN 1 Batuyang Kecamatan Pringgabaya |
SELAPARANGNEWS.COM - Puluhan wali murid SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, berbondong-bondong mendatangi pihak sekolah. Aksi pelabrakan ini dipicu oleh munculnya dugaan bahwa uang tabungan milik putra-putri mereka telah digunakan untuk keperluan pribadi oleh oknum guru di sekolah tersebut.
Momentum pertemuan tegang antara para wali murid yang menuntut transparansi dengan pihak sekolah tersebut mendadak viral di media sosial.
Pantauan media ini, salah satu akun Facebook atas nama Rifki Rayyanza mengunggah video serta foto yang memperlihatkan pertemuan tersebut. Pertemuan itu bahkan dihadiri langsung oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dikbud Kecamatan Pringgabaya.
Dalam unggahan akun Facebook tersebut dikatakan bahwa oknum yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya secara terbuka serta siap bertanggung jawab penuh di hadapan hukum maupun warga jika uang tabungan idak kunjung dibagikan atau dikembalikan sampai batas waktu tanggal 4 Juli 2026 mendatang.
Selain itu, dalam unggahan tersebut juga dilampirkan foto surat perjanjian bermaterai 10000 sebagai bentuk keseriusan pihak sekolah untuk menuntaskan masalah tersebut.
Dalam perjanjian itu tertuang bahwa pihak sekolah meminta maaf kepada wali murid atas keterlambatan pembagian uang tabungan Siswa dan berjanji untuk menyelesaikannya paling lambat pada hari Sabtu, tanggal 4 Juli 2026 dengan jaminan Sertipikat Rumah, Motor PCX dan Scoopy.
Unggahan tersebut langsung diserbu warganet. Dalam percakapan netizen di kolom komentar, terungkap nominal dana yang diduga digunakan mencapai angka ratusan juta rupiah.
Masih berdasarkan kasak-kusuk netizen di kolom komentar, uang ratusan juta tersebut disinyalir terpaksa digunakan oleh yang bersangkutan untuk membiayai keperluan operasi salah satu anggota keluarganya yang sedang sakit.
Guna mendalami duduk perkara masalah ini, Media ini telah mencoba menghubungi Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Pringgabaya, Nasir, lewat pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pejabat yang bersangkutan masih belum memberikan balasan.
Sementara Plt Kepala SDN 1 Batuyang, Sahnanul Hakim, justru bergegas mematikan panggilan telepon setelah mendengar maksud jurnalis yang ingin meminta konfirmasi mengenai sengketa tabungan siswa di sekolahnya. (Yns)
