![]() |
| Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya bersama sejumlah pejabat mengunjungi SMPN 2 Selong |
SELAPARANGNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bergerak cepat menindaklanjuti berbagai kebutuhan sarana dan prasarana di SMPN 2 Selong. Hal itu ditunjukkan melalui kunjungan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, didampingi Kepala Bidang Aset BPKAD Lombok Timur, Abdul Basyir, ke sekolah tersebut, Selasa (4/8).
Kabid Aset BPKAD Lombok Timur, Abdul Basyir, menjelaskan bahwa dalam kunjungan itu, Wakil Bupati melakukan inventarisasi terhadap potensi yang dimiliki SMPN 2 Selong sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang perlu segera dipenuhi agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.
Pak Wabup, lanjut, Abdul Basyir, juga meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana, tenaga pendidik, hingga jumlah peserta didik. Selain itu, berbagai kebutuhan yang masih menjadi kendala di sekolah juga didata untuk segera ditindaklanjuti.
"Pak Wabup menginventarisasi seluruh potensi yang dimiliki SMPN 2 Selong, mulai dari sarana, tenaga pengajar, hingga jumlah siswa. Bersamaan dengan itu juga didata fasilitas yang masih kurang agar dapat segera dipenuhi," ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Lombok Timur berencana memenuhi kebutuhan meja dan kursi belajar dengan mengalihkan aset dari SDN 1 Sikur yang akan direlokasi. Proses tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus menuntaskan pembebasan lahan untuk perluasan area SMPN 2 Selong. Dari total kebutuhan sekitar tujuh are lahan di bagian belakang sekolah, saat ini sekitar 4,6 are telah diselesaikan pembayarannya.
Persoalan ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian khusus Wakil Bupati. Pemkab telah berkoordinasi dengan PDAM agar pasokan air ke sekolah dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan siswa dan tenaga pendidik dapat terpenuhi dengan baik.
Dalam kunjungan tersebut, terungkap pula bahwa SMPN 2 Selong sudah sekitar enam tahun tidak memiliki komite sekolah. Berdasarkan keterangan kepala sekolah dan pihak komite pendidikan, kondisi tersebut membuat sekolah harus menjalankan berbagai program tanpa dukungan komite sebagaimana yang terjadi di sekolah-sekolah lainnya.
Menurut Abdul Basyir, kondisi itu turut menjadi perhatian Wakil Bupati karena keberadaan komite sekolah dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan sarana, prasarana, serta memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah demi peningkatan kualitas pendidikan.
"Yang ikut dampingi pak Wabup tadi itu di saya, Kabag Tata Pemerintahan Setda, Camat Selong dan Perwakilan dari Dewan Pendidikan Lotim," pungkasnya. (Yns)
