Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Teknik Biopori, Cara Sederhana Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Sabtu, 06 Maret 2021 | Maret 06, 2021 WIB Last Updated 2021-03-06T04:08:36Z

Oleh: Muhammad Abdul Aziz*

 

Opini, Selaparangnews.com - Sampah kini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat sebab belum adanya pengelolaan sampah secara baik. Bahkan pemerintah NTB sangat serius mengurangi dan penanggulangan sampah di NTB. Bentuk keseriusan pemerintah NTB meluncurkan program unggulan Zero waste. Namun sampai tingkat desa ataupun dusun belum merasakan manfaat secara signifikan terkait program pemerintah tersebut. 


Data Dinas LHK NTB,  proyeksi timbunan sampah  perhari di NTB dari sisa makanan sebanyak 1.129,81 ton. Plastik 385,16 ton, kayu/ranting,/daun/ 333, 18 ton, kertas 282,45 ton, lainnya 205.42 ton. Kemudian kain Tekstil, 77,03 ton, kaca 51.35 ton. Proyeksi total keseluruhan sampah di NTB sebanyak 2.567,74 ton per hari.  (SuaraNTB.com) 


Melihat besarnya sampah di yang terjadi di NTB apakah berdiam diri sembari mencari kambing hitam siapa yang salah. Tentu jawabnya tidak, Kita juga harus terlibat dan berbuat. Bentuk alternatif yang bisa dilakukan dalam penanggulangan dan pencegahan sampah adalah dengan memanfaatkan Teknologi Biopori atau dalam bahasa lebih sederhana dikenal dengan namanya Istana Cacing. 


Teknologi Biopori atau Istana Cacing Tanah I I merupakan teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan. Selain penyerapan air hujan, Biopori juga mampu dimanfaatkan sebagai pengolahan sampah rumah tangga. Imran (Aurizal.2021:40). 


iteratur lain menyebutkan misalnya Tim IPB (Langoi, dkk. 2021:19) menyebutkan bahwa Teknologi  Biopori adalah lubang-lubang dalam tanah yang terbentuk akibat-akibat organisme di dalamnya. Ini berarti bahwa Teknologi Biopori bisa di manfaat sebagai alternatif penanggulangan sampah khususnya sampah rumah tangga (sisa-sisa memasak dll).


Peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan Biopori ini sangat sederhana dan mudah didapatkan, seperti pipa atau sejenisnya. Kemudian langkah kerja dari Teknologi Biopori itu sendiri, sampah yang dimasukkan ke dalam lubang tanah yang telah dibuat akan memicu hadirnya Cacing Tanah, semut dan akar tanaman untuk membuat rongga-rongga. Rongga-rongga inilah yang akan menjadikan jalur air untuk meresap ke dalam tanah. 


Adapun manfaat yang dihasilkan oleh Teknologi Biopori pertama tempat menanggulan sampah, kedua menyuburkan tanah, ketiga mencegah terjadinya banjir keempat mempengaruhi jumlah air. 


Kendala dalam pembuatan teknologi Biopori biasanya alat dan bahan yang masih konvesional. Ini menyebabkan sangat berpengaruh dalam percepatan dalam  pembuatan lubang Teknologi Biopori, misalnya dalam penggalian lubang tanah dengan memaksimalkan swadaya yang ada sehingga sangat membutuh waktu dan tenaga. 


Teknologi Biopori ini sangat mudah dibuat dan diaplikasikan. Saya menyakini semua kita (masyarakat) bisa melakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan beragam kreatifitas dan inovasi yang kita miliki. Ini sangat mudah tetapi manfaat sangat signifikan dalam penanganan sampah rumah tangga. 


Sebagai informasi tambahan, Aktifitas Pemuda Desa Lenek Baru yang bertempat di Dusun Sukamandi sedang bereksperimen melakukan pembuatan Teknologi Biopori sebagai alternatif penanggulangan sampah rumah tangga.


*Mahasiswa S2 Program Studi Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta

×
Berita Terbaru Update