Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Begini Kata Menteri Agama Terkait Insiden di Markaz As Sunnah Lombok Timur

Selasa, 04 Januari 2022 | Januari 04, 2022 WIB Last Updated 2022-01-03T18:42:34Z

Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama RI (Sumber: Website Kemenag) 

 

Jakarta, Selaparangnews.com - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait insiden penyerangan yang terjadi di Markaz As Sunnah, yang ada di Desa Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 02 Desember 2022 dini hari.


Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini mengaku prihatin dengan adanya kasus tersebut. Ia meminta semua pihak bisa menahan diri serta segera dituntaskan oleh pihak yang berwajib.


“Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak pesantren dan harta benda milik orang lain tentu tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” tegasnya dikutip dari laman resmi Kementerian Agama. Selasa, 04/02/2021.


Di samping meminta aparat keamanan untuk mengusut kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku, Gus Yaqut juga berharap masyarakat setempat tetap tenang dan tidak terpancing dengan aksi tersebut.


Kantor Kemenag setempat, kata dia, diharapkan untuk segera melakukan langkah-langkah proaktif agar kasus ini segera tuntas dan kedamaian di Lombok Timur tercipta lagi.


Terkait dugaan adanya hinaan yang disampaikan ustaz pesantren, Ia mengingatkan supaya penceramah mengedepankan cara-cara yang santun dan tanpa memprovokasi jama'ah.


Menurutnya, kata-kata provokatif yang digunakan dalam berceramah akan dapat memancing emosi publik. Karena itu, tandas Gus Yaqut, para penceramah harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain.


"Ceramah harus disampaikan dengan hikmah dan mauidhah hasanah, bukan dengan cara-cara menghina dan memprovokasi. Hal itu bukan mengundang simpati, tapi emosi," kata Gus Yaqut dikutip dari sumber yang sama.


Menag juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Ummat Beragama(FKUB) Kabupaten Lombok Timur untuk terus bersinergi dalam menjaga, merawat dan memelihara kerukunan Ummat Beragama yang dilandasi rasa toleransi, saling menghormati dan saling menghargai sesama ummat beragama.


"Kami harap semua pihak mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat," pungkasnya. (Yns)


×
Berita Terbaru Update