Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ratusan Mahasiswa Unram Padati Kantor Bupati Lotim, Ada Apa?

Kamis, 23 Juni 2022 | Juni 23, 2022 WIB Last Updated 2022-06-23T05:31:35Z

Ratusan Mahasiswa Unram berbaris di halaman Kantor Bupati Lombok Timur

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Tidak kurang dari 974 orang Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) terlihat memadati halaman depan Kantor Bupati Lombok Timur, pada Kamis pagi, (23/06/2022).

Rupanya, kedatangan ratusan mahasiswa Unram tersebut dalam rangka menemui Bupati Lombok Timur  HM. Sukiman Azmy untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 95 Desa yang ada di Lombok Timur. 

Dalam kata-kata penerimaannya, Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy menyampaikan kondisi Lombok Timur secara umum, termasuk potensi dan dinamika permasalahan yang ada di daerah ini. 

Menurutnya, Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan membawa manfaat besar dalam rangka merubah pola pikir masyarakat. Karena itu Ia meminta agar mahasiswa tidak merubah kondisi fisik desa.

"Sarana fisik itu tidak merubah nilai KKN dan itu juga bukan pekerjaan kalian. Yang harus dilakukan adalah merubah mindset masyarakat dan prilakunya supaya jadi lebih baik,” pesannya.

Bupati pun berharap kerja sama antara Pemda Lotim dan UNRAM yang sudah berjalan dapat ditingkatkan di masa mendatang, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Selamat mengabdi di masyarakat demi keberlangsungan hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Pusat Layanan KKN LPPM UNRAM Islamul Hadi mewakili Rektor UNRAM menyampaikan bahwa kegiatan KKN tersebut merupakan sinergi yang menggabungkan potensi sumber daya lokal, masyarakat, dan mahasiswa. 

Ia mengatakan  kegiatan tersebut dilaksanakan dengan prinsip dan pendekatan resiprokal, artinya, masyarakat harus berpartisipasi secara aktif melakukan kegiatan di lingkungan sosial, begitupun mahasiswa ikut aktif membantu masyarakat dalam melakukan kegiatan mereka.

Adapun program KKN yang akan dilaksanakan adalah intervensi terhadap gagal tumbuh (stunting) yang akan berlangsung di 65 desa, Desapreneur di tiga desa, rumah pangan lestari di tiga desa, desa tertinggal di 14 desa, juga pariwisata dan lingkungan 10 desa. (SN) 

×
Berita Terbaru Update