Notification

×

Iklan

Iklan

Pelatihan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Lombok Timur Tekankan Akurasi Data ‎

Jumat, 29 Mei 2026 | Mei 29, 2026 WIB Last Updated 2026-05-29T05:34:15Z

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri acara pembukaan pelatihan Sensus Ekonomi Tahun 2026

SELAPARANGNEWS.COM - Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menekankan pentingnya akurasi data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Menurutnya, para petugas pengambil data di lapangan merupakan ujung tombak yang akan menentukan arah kebijakan pembangunan pemerintah ke depan.

‎Hal tersebut ditegaskan Bupati saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Selong, Lombok Timur, pada Jumat (29/05/2026).

‎“Para pendata ini adalah ujung tombak yang akan membenarkan cara-cara pemerintah ke depan melakukan pembangunan. Karena itu, data yang disajikan harus betul-betul benar,” ujarnya.

‎Bupati mengingatkan agar para petugas sensus tidak sekadar melakukan pencatatan secara formalitas, melainkan harus teliti dan cermat sehingga data yang diperoleh akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga meminta para petugas melaksanakan tugas secara langsung dengan turun ke lapangan, tanpa melibatkan pihak ketiga agar akurasinya tetap terjaga.

‎“Pengambilan data dilakukan dengan cermat dan benar, tidak ada cerita-cerita, tapi langsung turun ke lapangan dan diamati juga,” pesannya sebagai bentuk langkah verifikasi dan kehati-hatian. Terlebih, data yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) selama ini selalu menjadi rujukan terpercaya pemerintah dalam setiap perencanaan pembangunan.

‎Senada dengan Bupati, Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Wahyudin, yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa data hasil SE 2026 merupakan dasar perencanaan penting bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. BPS berkomitmen penuh untuk menghasilkan data yang berkualitas, berdampak, dan berguna.

‎Selain akurasi, Wahyudin juga meminta para petugas sensus untuk bergerak cepat dan menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu yang ditetapkan. Hal ini dikarenakan adanya tahapan krusial berikutnya, seperti peninjauan data anomali setiap pekan yang wajib diselesaikan dalam waktu tiga hari.

‎“Kita berharap bapak-ibu dapat melaksanakan pendataan tuntas sebelum waktu yang telah ditetapkan, karena sekarang ini kita serba cepat. Setiap minggu akan ada data anomali dan ini harus diselesaikan dalam tiga hari,” jelas Wahyudin.

‎Terkait pelatihan, ia meminta seluruh peserta menyimak materi dengan baik dan aktif berkonsultasi dengan instruktur untuk menyepakati penyelesaian kasus-kasus yang mungkin muncul di lapangan sesuai daerah masing-masing.

‎Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Lombok Timur ini diikuti oleh 1.336 peserta yang terbagi ke dalam 34 kelas dan dilaksanakan dalam lima gelombang. Agenda besar yang melibatkan 17 instruktur daerah ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 Juni mendatang.

‎Melalui pelatihan ini, diharapkan terbentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, teliti, dan berintegritas, serta memahami Standar Operasional Prosedur (SOP), metodologi, dan konsep yang digunakan untuk menghasilkan pendata yang handal.

‎Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Kepala BPS Lombok Timur, Sekretaris Daerah (Sekda), sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para instruktur daerah. (SN) 

×
Berita Terbaru Update