Penulis: Muhammad Abdul Aziz | Praktisi Pendidikan Lombok Timur
OPINI - Potret ratusan anak-anak SD dan SMP terlibat dalam aksi dukung mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota batam pada hari minggu 21 Juni 2026.. Kepala dinas pendidikan kota batam memberikan penjelasan, kegiatan ini bentuk tindak lanjut dari keluhan orang tua terkait pemberhentian sementara program MBG. Lebih lanjut, salah satu anggota dewan kota batam menilai keterlibatan anak-anak tersebut wajar karena anak-anak sekolah Dasar dan SMP adalah penerima manfaat langsung dari program. (kompascom, 2026).
Klaim Kepala Dinas pendidikan barangkali benar menindaklanjuti dan memfasilitasi keluhan orang tua, namun seharusnya orang tua lah yang diakomodor untuk melakukan aksi turun ke jalan tersebut bukan malah anak-anak yang di himbau ikut terlibat. Sangat disayangkan kembali ketika membaca respon santai salah satu dewannya yang menganggap keterlibatan anak-anak dengan alasan anak sebagai penerima manfaat, seharusnya dewan tersebut mempertimbangkan resiko keselamatan sebab anak di ikut sertakan terlibat di jalanan.
Lantas siapa yang menyuruh anak-anak turun ke jalan?
Berdasarkan Video Ig @batamnewsonline 21/06/2026 ternyata anak-anak turun ke jalan mendukung MBG didasarkan pada informasi dari orang tuanya. Bahkan salah satu kolom komentar menyebut ada intruksi langsung dari sekolah. Apabila betul perintah sekolah keterlibatan anak-anak. Saya pikir, satuan pendidikan tidak akan melakukan sendiri atau bergerak sendiri tanpa adanya himbauan atasan langsung. Satuan pendidikan seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman untuk anak-anak yang bersekolah.
Dalam Permendikdasmen RI No 6 T.2026 Tentang budaya sekolah aman dan nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural serta keadaban dan keamanan digital untuk menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga sekolah. Ini berarti lingkungan sekolah harus memberikan perlindungan secara menyeluruh baik spiritual, social, fisik, mental dan digital.
Kita seharusnya bersama-sama menjaga dan melindungi mereka dari hal-hal yang justru anak-anak belum sepenuhnya memahami persoalan. Biarlah anak-anak focus untuk belajar dengan rasa aman dan nyaman. Apabila kilas balik, program ini merupakan materi kampanye kekuasaan hari ini. program yang menyerap anggaran ratusan triliunan setahun. Bahkan Mantan Kepala Gizi Nasional Dadan Hindayana mengalokasikan anggaran MBG 335 Triliun di tahun 2026 (Kumparan, 2026). Yang kini malah berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola MBG tahun anggaran 2025-2026.
Betul program ini sangat mulia karena memberikan makan kepada anak-anak secara langsung dengan harapan kebutuhan gizi mereka tercukupi. Akan tetapi dengan tertangkapnya Mantan kepala BGN jelas memberikan sinyal perlu adanya perbaikan secara komprenhesif dari atas sampai bawah sehingga program yang mulia ini benar-benar sesuai dengan harapan presiden.
