Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Sepi Peminat, SMKN 3 Selong Tutup Dua Jurusan Untuk Jaga Kualitas dan Core Bisnis Sekolah

Kamis, 18 Juni 2026 | Juni 18, 2026 WIB Last Updated 2026-06-18T06:43:03Z

 

Ruslan, ST., M.Pd, Kepala SMK Negeri 3 Selong, Lombok Timur

SELAPARANGNEWS.COM – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Selong mengambil langkah berani pada tahun ajaran baru 2026. Sekolah kejuruan yang dikenal sebagai cikal bakal ahli otomotif dan elektro di Lombok Timur ini resmi menutup dua kompetensi keahlian (jurusan) yang sebelumnya sempat dibuka.

‎Kepala SMK Negeri 3 Selong, Ruslan, ST., M.Pd., menegaskan bahwa penutupan ini sama sekali bukan karena sekolah kekurangan atau minim pendaftar, melainkan karena kedua jurusan tersebut bukan core (inti) utama sekolah, serta belum didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan sarana prasarana yang memadai.

‎"Bukan karena minim pendaftar. Yang kita tutup kemarin itu adalah jurusan Pengelasan dan Pengembangan Game (Game Development). Mengapa? Karena fasilitas sarana fisik dan SDM gurunya memang belum memadai, lagipula itu sifatnya penunjang, bukan core inti," tegasnya, ditemui sejumlah media di ruang kerjanya. Kamis, (18/06/2026).

‎Ruslan membeberkan, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 3 Selong justru sangat tinggi. Berdasarkan data per Agustus 2026 lalu, jumlah pendaftar sudah melesat jauh.

‎Pada grup Pra-Pendaftar, kata dia, tercatat sekitar 670 orang, sementara pendaftar tesmi yang masuk sebanyak 345 orang yang tersebar di 6 kompetensi keahlian. Tahun ajaran ini, lanjutnya, Kuota yang tersedia di SMKN 3 Selong sebanyak 432 siswa untuk 12 Rombongan Belajar (Rombel), dengan rincian 36 siswa per rombel.

‎Untuk tahun ini, sambungnya, 6 jurusan inti yang dibuka dan didukung penuh fasilitas meliputi, Teknik Sepeda Motor (TSM) sebanyak 3 rombel, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 2 rombel, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 2 rombel, Teknik Audio Video (TAV) 2 rombel, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) 2 rombel, dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) 1 rombel.

‎"Peminat tertinggi saat ini ada di TKJ dan TSM sampai melebihi kuota. Namun, kita batasi rombelnya. Walau peminat banyak, kami tetap mengutamakan kualitas pelayanan pembelajaran yang maksimal. Kami tidak ingin memaksakan membuka banyak rombel tapi SDM kurang, itu bisa membuat pelayanan tidak maksimal," imbuhnya. 

‎Ketegasan Ruslan dalam mempertahankan mutu core sekolah terbukti membuahkan hasil manis pada penyerapan alumni. Dengan slogan SMK BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha), waktu tunggu kerja bagi para lulusan SMKN 3 Selong, khususnya jurusan TKR, rata-rata menyentuh angka 0 tahun.

‎Sistem Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diterapkan sekolah ini pun sangat progresif. Banyak siswa yang sedang magang di industri besar seperti Yamaha, Honda, hingga jaringan hotel, langsung diminta bertahan untuk bekerja sebelum mereka resmi menerima ijazah.

‎"Siswa kita yang memiliki kompetensi dan attitude bagus saat PKL langsung diminta industri untuk tetap bekerja. Kita juga buat kesepakatan supaya mereka diberikan imbalan jasa, dan nilai PKL-nya langsung diberikan oleh pembimbing industri tanpa perlu mengikuti uji kompetensi sekolah lagi, cukup ujian sekolah saja," paparnya.

‎Tak hanya berjaya di pasar lokal dan nasional, lulusan SMKN 3 Selong juga telah merambah pasar internasional. Pada tahun lalu, sebanyak 10 alumni sukses diberangkatkan kerja ke Jepang melalui visa Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Keterampilan Spesifik (Tokutei Ginou/TG).

‎"Mereka di Jepang statusnya bukan magang biasa, tapi benar-benar pekerja skill karena memegang sertifikat SSW. Gajinya jauh lebih tinggi dibandingkan visa magang, bisa mencapai Rp. 25 juta hingga Rp. 30 juta per bulan tergantung bidang kerjanya," pungkas Ruslan. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update