Notification

×

Iklan

Iklan

Dorong Pemilih Utamakan Integritas dan Rekam Jejak Calon, FORMARA Serukan Pilkades Mamben Bebas Politik Uang

Senin, 29 Juni 2026 | Juni 29, 2026 WIB Last Updated 2026-06-29T06:13:27Z

Forum Mahasiswa Mamben Raya (FORMARA)

SELAPARANGNEWS.COM - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Mamben Baru, Bandok, dan Mamben Daya, Forum Mahasiswa Mamben Raya (FORMARA) mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, dan rekam jejak, serta menolak praktik politik uang.

‎Seruan tersebut disampaikan FORMARA melalui pernyataan resmi pada Minggu (29/06/2026). Organisasi mahasiswa itu menilai Pilkades merupakan momentum penting dalam menentukan arah pembangunan desa selama enam tahun ke depan, sehingga proses demokrasi harus dijaga agar berlangsung jujur, adil, dan bebas dari praktik transaksional.

‎Ketua Umum FORMARA, Khairur Rozikin, mengatakan bahwa politik uang hanya akan melahirkan kepemimpinan yang berorientasi pada pengembalian modal politik, bukan pada kepentingan masyarakat.

‎"Pilkades ini bukan pasar malam tempat terjadinya transaksi materi. Jika kepemimpinan dibeli dengan uang, maka yang lahir adalah pemimpin yang sibuk mengembalikan modal, bukan yang tulus mengabdi. Warga Mamben Baru, Bandok, dan Mamben Daya harus berani memutus rantai politik transaksional ini demi masa depan anak cucu kita," ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Departemen Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Polhukam) FORMARA, Alwi, menilai tantangan pembangunan desa membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektual, pengalaman, serta komitmen dalam menjalankan pemerintahan.

‎Ia juga mengingatkan bahwa praktik politik uang bertentangan dengan prinsip demokrasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang mengedepankan penyelenggaraan pemerintahan desa secara demokratis.

‎"Mamben Baru, Bandok, dan Mamben Daya membutuhkan akselerasi pembangunan. Karena itu, desa memerlukan pemimpin yang memiliki intelektualitas, kapasitas kerja, serta rekam jejak yang jelas dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Mengedepankan ide dan kemampuan jauh lebih penting daripada mengandalkan uang untuk meraih dukungan," kata Alwi.

‎Alwi juga berpendapat bahwa praktik politik uang dapat mencederai kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya karena keputusan pemilih berpotensi dipengaruhi oleh kepentingan transaksional.

‎Di sisi lain, Sekretaris Jenderal FORMARA, Izza Mahendra, mengajak seluruh pemuda, tokoh masyarakat, dan warga untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Pilkades agar berlangsung bersih dan demokratis.

‎Ia mengutip pesan Mohammad Hatta tentang pentingnya kejujuran dalam kepemimpinan.

‎"Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki. Karena itu, kami mengajak seluruh warga Mamben Baru, Bandok, dan Mamben Daya untuk datang ke TPS dengan hati nurani dan memilih berdasarkan rekam jejak, integritas, serta kemampuan calon, bukan karena pemberian materi," ujar Izza.

‎Sebagai tindak lanjut, FORMARA menyatakan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Pilkades yang bersih. Selain itu, organisasi tersebut juga akan menyiapkan dokumen Fakta Integritas yang akan ditawarkan kepada seluruh bakal calon kepala desa sebagai bentuk komitmen untuk tidak melakukan politik uang dan menjalankan kampanye secara edukatif.

‎Melalui gerakan tersebut, FORMARA berharap pelaksanaan Pilkades di Mamben Baru, Bandok, dan Mamben Daya dapat menjadi contoh demokrasi desa yang sehat, transparan, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat. (SN) 

×
Berita Terbaru Update