Notification

×

Iklan

Iklan

Gembleng Mental Wirausaha Mahasiswa, PIIB Universitas Hamzanwadi Terapkan Kuliah Berbasis Proyek

Minggu, 21 Juni 2026 | Juni 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T04:11:53Z

Kepala PIIB Universitas Hamzanwadi F ahrurrozi, M. Pd, diwawancara media dengan background lapak mahasiswa di Taman Rinjani Selong


SELAPARANGNEWS.COM – Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis (PIIB) Universitas Hamzanwadi menerapkan metode perkuliahan berbasis proyek (project-based) untuk menggembleng mental wirausaha mahasiswa. Implementasi kurikulum inovatif ini dilakukan melalui aksi nyata pemasaran offline yang melibatkan ratusan mahasiswa di area Car Free Day (CFD) Taman Kota Selong, Lombok Timur, Minggu (21/06/2026).


‎Kepala PIIB Universitas Hamzanwadi, Fahrurrozi, M.Pd., menyatakan bahwa program wajib ini dirancang sebagai langkah revolusioner pasca-evaluasi panjang terhadap perkuliahan kewirausahaan konvensional yang selama ini dinilai terlalu teoretis.


‎"Mata kuliah ini kita desain berdasarkan evaluasi perkuliahan bertahun-tahun yang lalu, di mana sebelumnya terlalu banyak teori. Sekarang, kita ubah total menjadi program wajib berbasis proyek sejak awal. Tidak ada lagi teori konvensional," tegasnya kepada media di Taman Kota Selong. 


‎Untuk menunjang kualitas proyek, PIIB Universitas Hamzanwadi menghadirkan pelaku usaha praktisi dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta, untuk memberikan materi secara daring setiap hari Jumat via Zoom. Selanjutnya, pada hari Sabtu, mahasiswa mengikuti sesi mentoring intensif untuk mempertajam konsep bisnis.


‎Pada semester ini, terdapat sekitar 650 mahasiswa yang terlibat dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE). Demi menjaga kenyamanan publik, PIIB telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Lombok Timur untuk membagi mobilisasi mahasiswa ke dalam dua gelombang.


‎"Hari ini kita turunkan setengahnya, dan minggu depan setengahnya lagi. Pola ini sama dengan semester kemarin yang diikuti oleh Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Kesehatan," imbuhnya.


‎Melalui program Bootcamp di awal semester, mahasiswa dibebaskan memilih arah bisnis mereka berdasarkan 5 business stream utama, meliputi Ekonomi Kreatif, Usaha Bidang Pendidikan, Usaha Bidang Agriculture (Pertanian), Teknologi Industri dan Bidang Jasa lainnya.


‎Mahasiswa diberikan waktu dua minggu untuk membentuk kelompok secara mandiri berdasarkan kesamaan minat. Jika ada yang kesulitan, PIIB akan memfasilitasi dan memberikan bimbingan langsung. Setelah kelompok terbentuk, mahasiswa diwajibkan melakukan survei pasar, memetakan kompetitor, hingga memproduksi produk yang siap jual.


‎Ia menambahkan, PIIB tidak membatasi ruang gerak pemasaran hanya di CFD Taman Rinjani Selong. Lokasi jualan dibebaskan secara logis menyesuaikan dengan karakteristik bisnis masing-masing kelompok.


‎"Bagi kelompok yang mengambil lini bisnis pariwisata atau tour guide, mereka melakukan pemasaran offline ke pusat-pusat wisata seperti Penakak atau pusat gerabah karena banyak dikunjungi wisatawan asing. Sementara yang bergerak di bisnis pendidikan, mereka menyasar sekolah-sekolah atau momen wisuda," paparnya.


‎Program ini tidak berhenti saat mata kuliah selesai. Universitas Hamzanwadi menyediakan program lanjutan berupa Inkubasi Bisnis bagi mahasiswa maupun alumni yang serius ingin membesarkan usahanya.


‎Salah satu bukti nyata dari program ini adalah keberadaan usaha buket yang saat ini sukses beroperasi di depan kampus Universitas Hamzanwadi, yang dirintis oleh alumni sejak mengambil mata kuliah kewirausahaan ini.


‎"Pendampingan dari kampus memang hanya 6 bulan, tetapi bagi yang ingin lanjut, ada inkubasi bisnis. Kami lakukan pendampingan terus-menerus. Goal-nya adalah agar ketika mereka lulus, mereka tidak hanya menguasai keilmuan prodi masing-masing, tetapi juga memiliki additional skill di bidang wirausaha yang siap pakai," pungkasnya. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update