Notification

×

Iklan

Iklan

Usai Dibedah, KPU dan Kemenag Lombok Timur Tetapkan Modul Kokurikuler Generasi Demokrasi Untuk Siswa Madrasah Aliyah

Selasa, 30 Juni 2026 | Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T08:28:03Z

Seminar dan Penetapan Modul Generasi Demokrasi antara KPU Lombok Timur dan Kemenag Lombok Timur di Hotel Syari'ah Selong

SELAPARANGNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur resmi menggelar Seminar dan Penetapan Modul Kokurikuler Generasi Demokrasi. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Syari'ah Selong pada Selasa (30/06/2026) ini menjadi tonggak baru dalam penguatan pendidikan politik berbasis nilai religius di lingkungan madrasah.

‎Acara strategis ini dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Lotim, H. Ahyan, yang hadir mewakili Bupati Lombok Timur. Turut hadir Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU NTB Mastur, Anggota Bawaslu Lotim Johari Marjan, Kepala Bakesbangpoldagri Mustafa, perwakilan Polres Lombok Timur, perwakilan Madrasah, serta perwakilan dari Partai Politik Peserta Pemilu.

‎Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, Humas, dan SDM KPU Lombok Timur, Muhammad Suja'i menjelaskan, agenda ini terdiri dari dua sesi utama, yaitu seminar bedah modul dan dilanjutkan dengan penetapan resmi. 

‎Kegiatan ini, jelasnya, merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati sebelumnya antara KPU dan Kemenag Lotim. "Ada dua kegiatan kita hari ini, yang pertama adalah Seminar terkait Modul Generasi Demokrasi yang dibentuk oleh KPU bersama Kemenag, dan kedua ialah penetapan terhadap modul tersebut," ujarnya ditemui sela-sela kegiatan.

‎Ia menambahkan, modul ini dirancang khusus sebagai panduan bagi para guru untuk menanamkan prinsip dasar demokrasi elektoral sejak dini. Sasarannya adalah para pelajar Madrasah Aliyah (MA) yang akan menjadi pemilih pemula pada kontestasi politik mendatang.

‎"Kita ingin menanamkan nilai-nilai universal dan mendasar tentang demokrasi sejak dini. Diharapkan mereka bisa menyalurkan hak politiknya secara rasional, serta tidak terjebak pada praktik-praktik kotor dan tidak konstitusional," tegasnya.

‎Di lokasi yang sama, Kepala Sub Bagian TU Kemenag Lombok Timur, H. Suardi, menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan membangun karakter berdemokrasi yang kuat dengan balutan nilai-nilai agama dan budaya lokal.

‎"Jadi ya kita istilahkan sebagai Demokrasi yang Religius. Sasarannya adalah anak-anak Madrasah Aliyah se-Lombok Timur. Tujuannya untuk mewujudkan generasi berkarakter yang paham demokrasi, dilandasi nilai agama dan budaya Sasak," urainya.

‎MMenurunya, demokrasi adalah instrumen penting untuk menjaga kedaulatan NKRI sekaligus pintu awal menuju tata kelola pemerintahan yang bersih (good government).

‎H. Suardi juga menjelaskan teknis implementasi modul ini pasca-disahkan. Modul "Generasi Demokrasi" akan diterapkan melalui skema pembelajaran kokurikuler, bukan Intrakurikuler, dan bukan juga ekstrakurikuler. 

‎Pembelajaran tersebut, lanjutnya, berada di luar jam pelajaran inti yang struktur kurikulumnya sudah dipatok oleh Kemenag Pusat. Ia juga Berbeda dengan ekskul yang bersifat pilihan, kokurikuler menggunakan blok waktu khusus yang disediakan madrasah dan wajib diikuti oleh seluruh santri atau murid.

‎Langkah progresif Kemenag dan KPU ini dipastikan akan berdampak luas. Tercatat ada 173 Madrasah Aliyah di Lombok Timur dengan total keanggotaan mencapai tidak kurang dari 22.000 siswa. Jumlah yang sangat masif ini merupakan potensi pemilih pemula yang strategis.


‎Menutup keterangannya, H. Suardi berharap bekal pendidikan politik ini mampu menyiapkan estafet kepemimpinan bangsa yang bertanggung jawab.

‎"Mereka adalah pemegang estafet kepemimpinan ke depan. Walau tidak semua jadi DPR, Menteri, atau Presiden, setidaknya mereka siap memimpin di ranah masing-masing dengan penuh tanggung jawab, kapasitas yang mumpuni, dan karakter yang dilandasi nilai-nilai agama," pungkasnya. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update