![]() |
| Miskiah, salah satu pedagang di sekitar Taman Kota Selong (kiri) dan Sekda Lotim Dr. HM. Juaini Taofik (kanan) |
SELAPARANGNEWS.COM - Rencana besar Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk menata wajah perkotaan dan menyulap Gedung Wanita menjadi Gedung Serbaguna mewah berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) mulai memantik riak di tingkat bawah. Para pedagang kecil dan pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan hidup di sekitar Taman Kota Selong mulai diselimuti rasa cemas.
Keresahan ini mencuat menyusul bergulirnya rencana proyek megah yang dijadwalkan mulai digarap menjelang akhir tahun 2026 tersebut. Para pedagang mengaku khawatir akan digusur dan kehilangan tempat untuk mencari nafkah.
Salah seorang pedagang di sekitar Taman Kota Selong, Miskiah, menuturkan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kepastian mengenai nasib lapak mereka ke depan. Di tengah kondisi jualan yang belum menentu, mereka tetap dibebani biaya sewa lapak sebesar Rp100.000 per bulan serta uang sampah Rp5.000 per hari.
Ia berharap, jika penataan kawasan mengharuskan mereka angkat kaki, pemerintah daerah diminta untuk menyediakan lokasi relokasi yang matang, aman, dan seramai lokasi saat ini, bukan sekadar dipindahkan tanpa persiapan matang.
"Kalau mau direncanakan akan digusur, tolong kami disiapkan tempat yang layak. Kami ini hanya pedagang kecil. Taman ini adalah tempat kami cari rezeki setiap hari untuk biaya makan dan sekolah anak. Kalau mau dipindah, buatkan dulu tempat jualan yang aman seperti di taman ini. Di sini enak, orang bisa santai dan jalan-jalan," keluh Miskiah saat ditemui media di lapaknya Senin kemarin, 22 Juni 2026.
Menanggapi kecemasan para pedagang, Sekretaris Daerah Lombok Timur, Dr. HM. Juaini Taofik meminta para pedagang untuk tidak panik dan menegaskan bahwa hak-hak ekonomi warga yang sudah eksis di kawasan tersebut dijamin tidak akan dikorbankan.
Sekda menjelaskan, fokus pembangunan Pemkab Lotim di tahun 2026 memang bertujuan menata kota dari kurang rapi menjadi rapi. Namun, perubahan tersebut dirancang untuk merangkul semua pihak, termasuk pedagang kaki lima.
"Ya pasti itu. Perubahan yang kita dorong ke depan ini adalah perubahan untuk semua. Pasti yang kita utamakan adalah menyiapkan tempat untuk UMKM kita yang sudah eksisting. Diam-diam kami juga sudah melakukan pendataan di lapangan," katanya saat dikonfirmasi Media di ruang kerjanya. Rabu, (23/06/2026).
Lebih lanjut Sekda membeberkan rancangan besar (grand design) tata kota Selong ke dedia, khususnya bagi para UMKM. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan lokasi baru yang representatif dan tidak jauh dari lokasi taman saat ini dengan mengadopsi konsep pusat kuliner modern yang menyatukan semua pedagang, yaitu di kawasan kantor Camat Selong.
Konsep Relokasi para pedagang akan menggunakan sistem Food Court terpadu yang menyatukan seluruh kuliner di satu tempat yang lebih higienis, rapi, dan estetik.
Sekda membeberkan, skema anggaran pembangunan gedung tersebut menggunakan sistem tahun jamak (multi-years) yang diperkuat oleh Peraturan Daerah (Perda), sehingga proyek tersebut akan tetap berjalan meskipun terlambat dilaksanakan.
"Kita targetkan groundbreaking (peletakan batu pertama -red) dilaksanakan bulan Oktober 2026," imbuhnya.
Sekda mengakui bahwa saat ini pemerintah daerah memang belum menggelar sosialisasi secara masif karena masih menunggu momentum tahapan yang pas. Namun pada saatnya nanti, tegas Sekda, seluruh pedagang dipastikan akan diundang untuk duduk bersama.
"Fasilitas publik seperti taman akan terus ditingkatkan mutunya. Tempat belanjanya diatur agar semakin rapi dan bagus seiring kemajuan kota, sehingga ruang publik ini menjadi ruang yang nyaman untuk semua," pungkasnya. (Yns)
