![]() |
| Parade 1448 Dulang di acara Pawai Ta'aruf Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Lombok Timur |
SELAPARANGNEWS.COM - Peringatan Tahun Baru Islam di Kabupaten Lombok Timur berlangsung meriah dan penuh warna. Setelah sebelumnya Kota Selong "memutih" oleh busana Islami para peserta pawai ta'aruf, suasana seketika berubah menjadi merah menyala berkat iring-iringan Parade Dulang yang dibawa khusus oleh Pemerintah Desa Pengadangan.
Pemandangan unik ini tercipta dari tembolak beak (penutup nampan makanan berwarna merah yang terbuat dari daun lontar) yang berjejer panjang sejauh mata memandang.
Tidak tanggung-tanggung, jumlah dulang yang diboyong dalam parade ini mencapai 1.448 dulang. Angka tersebut sengaja disesuaikan secara persis dengan angka tahun baru Hijriyah saat ini, yakni 1448 H.
Kepala Desa Pengadangan, Iskandar, menjelaskan bahwa kehadiran ribuan pengusung dulang yang melibatkan sekitar 1.500 warganya ini bukan sekadar formalitas atau tontonan belaka. Di balik kemeriahannya, ada pesan filosofis mendalam tentang harmoni kehidupan masyarakat Sasak.
“Filosofi dulang ini dua arah, yang melambangkan Al-Qur'an dan Hadis sebagai pedoman hidup. Momentum 1 Muharram ini menjadi bukti nyata penggabungan antara adat dan agama yang tidak bisa dipisahkan di tengah masyarakat kita,” ungkap Iskandar saat ditemui di lokasi acara.
Iskandar menegaskan bahwa meskipun tradisi dulang sejatinya ada di setiap desa di Lombok, Desa Pengadangan memiliki komitmen yang kuat untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengangkat tradisi ini ke level yang lebih luas.
Kesuksesan parade ini diharapkan mampu memantik semangat desa-desa lain di Lombok Timur untuk ikut ambil bagian di masa mendatang. Iskandar berharap syiar Islam berbasis kearifan lokal ini bisa menjadi agenda yang jauh lebih besar.
"Harapan kami ke depan, kegiatan ini bisa lebih semarak lagi. Desa-desa atau kecamatan lain semoga bisa ikut serta bersama-sama memeriahkan 1 Muharram di tingkat kabupaten," pungkasnya.
Acara yang memadukan kesakralan religius dan kekayaan budaya ini pun sukses menyedot perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang jalan Protokol Kota Selong. (Yns)
